TUGAS
ASKEB V
PERDARAHAN
ANTEPARTUM
RUPTUR
SINUS MARGINALIS
DISUSUN
OLEH :
OKTA
ROSTALIA
09242026
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN TANJUNG KARANG
PRODI
KEBIDANAN METRO
2011
Perdarahan
Antepartum
Perdarahan antepartum
adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Biasanya lebih
banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu
(Mochtar, R, 1998).
Perdarahan antepartum
dapat disebabkan oleh plasenta previa, solusio plasenta, ruptura sinus
marginalis, atau vasa previa. Yang paling banyak menurut data RSCM jakarta tahun 1971-1975
adalah solusio plasenta dan plasenta previa. Diagnosa secara tepat sangat
membantu menyelamatkan nyawa ibu dan janin.
Ruptur
Sinus Marginalis
Darah ibu yang berada
diruang intraviller dari spiral alteries yang berada di desidua basalis. Pada
systole darah disemprotkan dengan tekanan 70-80mmhg, seperti air mancur kedalam
ruangan intraviller sampai mencapai chorlonic plate, pangkal dari kotiledon-
kotiledon janin.
Darah tersebut membasahi
semua vili korialis dan kembali terdapat vena yang luas untuk menampung darah
kembali. Pada pinggir plasenta dibeberapa tempat terdapat pula suatu ruangan
vena yang luas untuk menampung darah yang berasal dari ruang intraler diatas.
Ruangan ini disebut sinus marginalis.
Selama perkembangan
amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi-tepi plasenta. Dengan
demikian korion ini masih berkesinambungan dengan tepi plasenta tapi
pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal.
Pada permukaan foetal
dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincin putih ini menandakan
pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiri dari vili yang
timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggir plasenta mudah
terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkan perdarahan
antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksa pada akhir
kehamilan.
Sehingga rupture
sinus marginalis merupakan robekan pada pinggir plasenta ditempat- tempat
tertentu disuatu ruangan vena yang luas/ lebar untuk menampung darah.
Pecahnya sinus marginalis merupakan perdarahan
yang sebagian besar baru diketahui setelah persalinan. Biasanya tanpa rasa
sakit. Perdarahan terjadi bila ketuban pecah oleh karma itu, bila pembukaan
telah lengkap maka bahaya untuk janin tidak terlalu besar, tapi dapat
membahayakan bagi ibu.
Daftar
Pustaka
Varney, Helen. 1997.
Varney’s Midwifey. Massachussets : Jones and
Cunningham, F Gary at all. 2001. William obstetric 21th edition.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta
: EGC
Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal, Jakarta ,
YBPSP (BU 1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar