Total Tayangan Halaman

Jumat, 20 September 2013

Asuhan Kebidanan

TUGAS ASKEB V
PERDARAHAN ANTEPARTUM
RUPTUR SINUS MARGINALIS




DISUSUN OLEH :
OKTA ROSTALIA
09242026





POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN TANJUNG KARANG
PRODI KEBIDANAN METRO
2011














Perdarahan Antepartum

Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu (Mochtar, R, 1998).

Perdarahan antepartum dapat disebabkan oleh plasenta previa, solusio plasenta, ruptura sinus marginalis, atau vasa previa. Yang paling banyak menurut data RSCM jakarta tahun 1971-1975 adalah solusio plasenta dan plasenta previa. Diagnosa secara tepat sangat membantu menyelamatkan nyawa ibu dan janin.

Ruptur Sinus Marginalis

Darah ibu yang berada diruang intraviller dari spiral alteries yang berada di desidua basalis. Pada systole darah disemprotkan dengan tekanan 70-80mmhg, seperti air mancur kedalam ruangan intraviller sampai mencapai chorlonic plate, pangkal dari kotiledon- kotiledon janin.

Darah tersebut membasahi semua vili korialis dan kembali terdapat vena yang luas untuk menampung darah kembali. Pada pinggir plasenta dibeberapa tempat terdapat pula suatu ruangan vena yang luas untuk menampung darah yang berasal dari ruang intraler diatas. Ruangan ini disebut sinus marginalis.

Selama perkembangan amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi-tepi plasenta. Dengan demikian korion ini masih berkesinambungan dengan tepi plasenta tapi pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal.

Pada permukaan foetal dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincin putih ini menandakan pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiri dari vili yang timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggir plasenta mudah terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkan perdarahan antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksa pada akhir kehamilan.

 Sehingga rupture sinus marginalis merupakan robekan pada pinggir plasenta ditempat- tempat tertentu disuatu ruangan vena yang luas/ lebar untuk menampung darah.

 Pecahnya sinus marginalis merupakan perdarahan yang sebagian besar baru diketahui setelah persalinan. Biasanya tanpa rasa sakit. Perdarahan terjadi bila ketuban pecah oleh karma itu, bila pembukaan telah lengkap maka bahaya untuk janin tidak terlalu besar, tapi dapat membahayakan bagi ibu.















Daftar Pustaka

Varney, Helen. 1997. Varney’s Midwifey. Massachussets : Jones and

bartlett Publishers

Cunningham, F Gary at all. 2001. William obstetric 21th edition.

United States of America : the mcGraw hill companies

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC


 Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, YBPSP (BU 1)


























Tidak ada komentar:

Posting Komentar