Servisitis
LATAR BELAKANG
Serviks adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genetalia
internal, dalam hubungan ini seorang nulipara dalam keadaan normal kanalis
servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sehingga
lebih rentang terjadinya infeksi oleh berbagai kuman-kuman yang masuk dari luar
ataupun oleh kuman endogen itu sendiri. Jika seviks sudah infeksi maka akan
mempermudah pula terjadinya infeksi pada alat genetalia yang lebih tinggi lagi seperti
uterus, tuba atau bahkan sampai ke ovarium dan karena itu fungsi genetalia
sebagai alat reproduksi bisa terganggu/bahkan tidak bisa difungsikan.
Begitu juga adnexsitis, yaitu pandangan pada tuba dan ovarium secara bersama.
Dimana jika itu terjadi ovarium untuk menghasilkan sel telur sebagai saluran
untuk lewatnya sel telur bisa terganggu sehingga fungsi wanita untuk
melanjutkan keturunan pun bisa terganggu.
PEMBAHASAN
A. Servisitis
Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam
genetalia internal, dalam hubungan ini seorang multipara dalam keadaan normal
kanalis sevikalis bebas kuman. Pada multipara denga ostium uteri eksternum
sudah lebih terbuka bebas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uter
internum.
Pada beberapa penyakit kelamin, seperti gonorbe, sifilis, ulkus mole, dan
granuloma ingunale serta pada tuberkulosis dapat ditemukan radang seviks.
1. Definisi
Serviks adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. Karena
epited selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel
selindris, sehingga lebih mudah terinfeksi dibanding selaput lendir vagina.
(Gynekologi. FK UNPAD, 1998).
2. Etiologi
Servisitis di sebabkan oleh kuman-kuman seperti : trikomas vaginalis, kandrada
dan mikoplasma atau mikroorganisme aerob dan anaerob endogen vagina seperti
streptococcus, e. coli, dan stapilococus. Kuman-kuman ini menyebabkan
deskuamasi pada epitel gepeng dan perubahan inflamasi komik dalam jaringan
serviks yang mengalami trauma.
Dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion,
alat-alat atau alat kontrasepsi, tindakan intrauterine seperti diatas , dan
lain-lain.
3. Gejala Klinis
Flour hebat, biasanya kental atau
perullent dan biasanya berbau.
Sering menimbulkan arusio (erythroplaki)
pada portio.
Pada
pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat melihat flour yang purulent
keluar dari kanalis servikalis. Kalau partio
normal tidak ada ectropion, maka harus diingat kemungkinan gonorrae.
Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vilvitis.
Pada
servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput
lendir yang merah karena infeksi. Bintik-bintik ini disebabkan oleh
ovulanobethi dan akibat retensi kelenjar-kelenjar serviks karena saluran
keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan.
Gejala-gejala non spesifik seperti dipareuni,
nyeri punggung kemih.
Perdarahan saat melakukan hubungan seks.
4. Klasifikasi
a. Servisitis Akuta
Infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorroe. Infeksi
potobaartum, postpartum, yang disebabkan oleh streptococcus, sthapilococus, dan
lain-lain. Dalam hal ini streptococcus merah bengkak dan mengeluarkan cairan
mukopuralent, akan tetapi gejala-gejala pada servik baisanya tidak berapa
tampak setengah-setengah gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan diberikan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya
dapat sembuh tanpa bekas atau dapat menjadi kronika.
b. Servisitis Kronika
Penyakit ini dijumpai pada sebagian wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka
kecil atau besar pada servik karena partus atau abortus memudahkan masuknya
kuman-kuman kedalam endoserviks serta kelenjar-kelenjar infeksi menahun.
Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
1. Serviks kelihatannya normal, hanya pada pemeriksaan mikrokopis ditemukan
infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Servisitis ini meniumbulkan
gejala, kecuali pengeluaran secret yang agak putih-kuning.
2. Disini ada partio uteri disekitar ostium uteri eksterum, tampak daerah
kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epikel porsio di
sekitarnya, secret yang dikeluarkan terdiri atas mucus bercampur nanah.
3. Sobeknya pada serviks uteri disini lebih luas dan mokosa endoserviks lebih
kelihatan dari luar (ekstropion). Kukosa dalam keadaan demikian mudah terkena
infeksi dari vagina. Karena radang menahun, servik bisa menjadi hipertopis dan
mengeras, secret mukopurulent bertambah banyak.
5. Pemeriksaan Khusus
1. Pemeriksaan dengan speculum.
2. Sediaan hapus untuk biakan dan tes kepekaan.
3. Pap smear.
4. Biakan damedia.
5. Biopsy.
Pemeriksaan dengan speculum dimana vagina dibuka untuk dapat melihat lebih
jelas servik, kemudian ambil sedikit lendir atau cairan yang ada pada mulut
servik, taruk kedalam hapus karena media hapus berfungsi untuk menaruk cairan
servik yang akan diperiksa/dibiakkan. Papsmeat pemeriksaan yang dilakukan untuk
mengetahui ada tidaknya serviksitis, contoh pemeriksaan lab atau biopsy untuk
dapat mengetahui lebih pasti.
6. Penatalaksanaan
1. Antibiotikan terutama kalau dapat ditemukan genecoccus dalam secret.
2. Kalau servisitis tidak spesifik dapat diobati dengan rendaman dalam A9NO3
10% dan irigasi.
3. Servisitis yang tidak mau sembuh dari tolong operatif dengan melakukan
konisasi, kalau sebabnya ekstropion dapat dilakukan lastik atau amputasi.
4. Erosion dapat disembuhkan dengan obat keras seperti, A9NO3 10% atau albothyl
yang menyebabkan nekrose epitel silindris dengan harapan bahwa kemudian dari
ganti dengan epitel gepeng berlapis banyak.
5. Servisitis kronika pengobatannya lebih baik dilakukan dengan jalan
kauterisasi radral dengan termokauter atau dengan krioterapi.
7. Terapi
* Antibiotika terutama kalau dapat ditemukan genecoccus dalam secret.
* Kalau serviks tidak spesifik dapat diobati dalam argentetas netrta
menyebabkan dengan epitel slindris, dengan harapan bahwa kamudian diganti dan
epitel gepeng berlapis banyak.
* Kauterisasi-radikal dengan termokauter, atau dengan krioterapi. Sesudah
kauterisasi terjadi nekrosis. Jaringan yang meradang terlepas dalam kira-kira 2
minggu dan diganti tambahan oleh jaringan menahun mencapai endoserviks jauh
kedalam kanalis crevikalis. Perlu dilakukan konisasi dengan menganggkat
sebagian besar mukosa endocerviks. Jika sobekan dan infeksi sangat luas, maka
dilakukan amputasi serviks.
DAFTAR PUSTAKA
- David Ovedoff. 1995. Kapita Kedokteran.
Jakarta : Bina Pura Pustaka
- Manuaba. 1998. Ilmu Kedokteran. Penyakit
Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.
- http://www.askep-askeb-kita.blogspot.com/