Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 Desember 2013

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL 




A.         Latar Belakang
 Berdasarkan penelitian WHO di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa pertahun dan kematian bayi pada khususnya neonatus sebesar 10 juta jiwa pertahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99% (Manuaba, 1998).
Seperti yang terjadi di hampir semua negara di dunia, kesehatan bayi cenderung kurang mendapat perhatian di bandingkan umur-umur lainnya. Padahal data WHO (2002) menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan, yang dikenal dengan “fenomena 2/3”, yaitu 2/3 kematian bayi (umur 0-1 tahun) terjadi pada masa neonatal (bayi baru lahir umur 0-28 hari), 2/3 kematian pada masa neonatal dini terjadi pada hari pertama. Maka 1 minggu pertama dari kelahiran adalah masa paling kritis bagi seorang bayi (Komalasari, 2007).
Menurut Agus Hamonangan , Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tertinggi di bandingkan Negara-negara tetangga. Di Malaysia 10 per 1000 kelahiran hidup, Thailand 20 per 1000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup, Brunai Darusalam 8 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan Indonesia sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup (Azrul, 2005).



Di indonesia, program kesehatan bayi baru lahir tercakup di dalam program kesehatan ibu. Dalam rencana strategi nasional Making Pregnancy  Safer, target untuk kesehatan bayi baru lahir adalah menurunkan angka  kematian neonatal dari 25 per 1000 kelahiran hidup (tahun 1997) menjadi 15  per 1000 kelahiran hidup (Depkes R.I, 2006).
Berdasarkan Visi dan Misi Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI (1999) dan Keluarga Sejahtera 2013 oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), maka bidan yang bergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di seluruh Indonesia merasa terpanggil dan prihatin atas kesehatan kondisi ibu dan anak belum baik, yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 50 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan yang dirasakan sangat lambat, oleh karena itu AKI dan AKB di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat (IBI, 2003)
Angka kematian ibu dan bayi merupakan indikator yang biasanya digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2010) dan  ukuran penting dalam menilai keberhasilan suatu negara (Depkes RI, 2008 : 149). AKB merujuk pada jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup (Dinkes Kota Metro, 2009 : 14).
Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi lahir, melalui pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu saat hamil. Berbagai bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi seorang ibu hamil perlu diprioritaskan seperti yang rendah, anemia, jarak kehamilan dan buruknya hygiene. Disamping itu juga perlu dilakukan pembinaan kesehatan perinatal yang memadai dan penanggulangan faktor-faktor yang menyebabkan kematian perinatal yang meliputi : perdarahan, hipertensi, infeksi, kelahiran pramtur / bayi baru lahir rendah, asfiksia dan hypotermi. Penelitian telah menunjukkan bahwa dari 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan kurang baiknya penatalaksanaan / penanganan bayi baru lahir sehat yang menyebabkan  yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian.
Dengan melihat kenyataan di atas maka penulis ingin mempelajari lebih lanjut dalam manajemen kebidanan pada bayi baru lahir sehingga kita dapat mencapai tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir, antara lain :

·    Membersihkan jalan nafas 
·    Memotong dan merawat tali pusat
·    Mempertahankan suhu tubuh bayi
·    Identifikasi
(Nama / bayi, nyonya), tanggal lahir, jenis kelamin)
·    Pencegahan infeksi

B.         Tujuan
1.        Tujuan Khusus
a.          Diuraikannya  konsep dasar dan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.
b.          Diidentifikasinya dan melakukan analisa data yang terkumpul
c.          Diinterprestasikannya data yang terkumpul, baik dalam bentuk diagnosa, masalah maupun kebutuhan.
d.          Diidentifikasinya dan mengantisipasi diagnosa dan masalah potensial.
e.          Diidentifikasi kebutuhan yang memerlukan intervensi dan kolaborasi segera.
f.           Dibuatnya rencana tindakan.
g.          Diimplementasikannya rencana tindakan yang dibuat.
h.          Dievaluasinya sejauh mana tingkat keberhasilan manajemen yang tidak dicapai.

C.         Manfaat
1.        Bagi Penulis
Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu serta mengamalkan apa yang telah diperoleh penulis selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Kebidanan Metro.

2.        Bagi Institusi Pendidikan
a.     Sebagai bahan evaluasi terhadap teori yang telah diberikan kepada peserta didik selama mengikuti perkuliahan.
b.     Sebagia sumber bacaan dan referensi bagi perpustakaan di institusi

     pendidikan


LANDASAN TEORI


A.         Definisi   
 Asuhan segera bayi baru lahir adalah asuhan yang dibeerikan pada bayi tersebut selama satu jam pertama setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek aspek penting dari asuhan bayi baru lahir :

Bayi baru lahir adalah bayi yang berumur 0 hari sampai 28 hari. Bayi baru lahir digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.        BBL Normal
Yaitu BBL dengan berat badan lahir antara 2500 – 4000 gr dengan usia kehamilan 37 – 40 minggu.
2.        BBL resiko tinggi, yaitu
*      BBL dari kehamilan resiko tinggi
*      BBL BB < 2500 gr - > 4000 gr
*      BBL kehamilan < 37 minggu - > 42 minggu
*      BBL yang BB lahir kurang dari BB menurut usia kehamilan (IOER)
*      Nilai APGAR < 7
*      BBL dengan infeksi intra partum, trauma persalinan atau kelainan kongenital
*      BBL yang berasal dari keluarga problem sosial (Mochtar, 1998).

Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir :
1.        Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat
a.       Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
b.      Ganti handuk / kain yang basah dan bungkus bayi dengan selimut dan memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh
c.       Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit
1)      Bila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksila bayi.
2)      Bila suhu bayi < 36,50C, segera hangatkan bayi tersebut
2.        Kontak dini dengan bayi
a.       Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk :
1)      Kehangatan mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir
2)      Ikatan batin dan pemberian ASI
b.      Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap (dengan menunjukkan reflek rooting) jangan paksakan bayi untuk menyusu

B.         Gambaran Klinis
Bayi baru lahir mengalami perubahan fisiologi antara lain :
  1. Pernafasan dan peredaran darah
Pernafasan BBL pertama kali terjadi setiap 30 detik sesuai kelahirannya pernafasan ini terjadi sebagai akibat normal dari SSP dari perifer yang dibantu beberapa rangsangan lain seperti hypoxia, sentuhan dan perbedaan suhu dari dalam rahim dan diluar rahim hingga menyebabkan perangsangan pernafasan diotak yang diteruskan untuk mengarahkan diafragma serta alat pernafasan lainnya.
2.  Feses
Feses akan mulai keluar dalam waktu 24 jam. Faeces pada BBL disebut melanikum yang akan terus keluar sampai hari ke 2 atau ke 3. Bila mendapat ASI, feaces akan berwarna kuning dan setengah padat.
  1. Kulit
Kulit BBL diliputi vernik caseosa. BBL cukup bulan kulitnya akan halus dan lembut serta padat dengan sedikit desauamasi pada telapak tangan, kaki dan selangkangan. Warna kulit BBL aterm yaitu jernih.

  1. Tali pusat
Tali pusat terdiri dari 2 arteri 1 vena, bila tidak ada dicurigai kelainan kongenital lainnya.
  1. Berat Badan
Pada hari ke 2 dan 3 akan mengalami penurunan berat badan + 7% tidak boleh lebih dari 10% karena pemasukan cairan dan pengeluaran belum seimbang pada hari ke 10 berat badan akan mencapai berat badan lahir.
  1. Panas Tubuh
Pusat pengatur panas mulai berkembang pada bulan terakhir dalam masa featus. Ketika lahir pusat pengatur panas ini belum stabil hingga belum dapat mempertahankan keseimbangan produksi panas dan pengeluaran panas dari tubuh.
  1. Refleks
Refleks primitive dari bayi yang baru lahir :
*      Moro refleks
Bila bayi dikagetkan tiba-tiba akan terjadi refleks abduksi dan ekstensi lengan dan tangan terbuka diakhiri aduksi lengan.
*      Garis refleks
Dapat timbul bila tangan dirangsang akan menggenggam.
-    Walking refleks
Dapat timbul bila telapak kaki diletakkan ditempat yang datar maka bayi bergerak seperti berjalan
*      Crossed extension refleks
Bila satu tungkai dipegang pada posisi ekstensi pada lutut dan telapak kaki sisi yang sama digores dengan kuku / jarum pada tungkai yang lain akan berada pada posisi fleksi, eduksi dan ekstensi
*      Rooting refleks
Rangsangan pada ujung mulut yang mengakibatkan kepala menoleh kearah sisi rangsangan bibir bawah merendah menuju rangsangan dan lidah juga bergerak menuju kearah rangsangan.

C.         Pengkajian Kesehatan pada BBL
  1. Pengukurang Nilai APGAR
*      Nilai 7-10 normal
*      Nilai 4-6 asfiksia ringan – sedang
*      Nilai 0-3 asfiksia berat
APGAR score dinilai saat menit pertama lahir dan menit kelima untuk menilai hasil tindakan yang telah diberikan kepada bayi.

Tabel Nilai APGAR

Skor
0
1
2
A    (Appearance color / warna kulit)
Pucat
Badan merah extermitas biru
Seluruh tubuh kemerahan
P    (Pulse heart rate / frekuensi jantung)
Tidak ada
< 100 x/mnt
> 100 x/mnt
G    (Grimace / reaksi terhadap rangsangan)
Tidak ada
Sedikit gerakan mimik
Menangis batuk / bersin
A    (Activity / tonus otot)
Lumpuh
Extermitas dalam fleksi sedikit
Gerakan aktif
R    (Respiration / pernafasan)
Tidak ada
Lemah tidak teratur
Menangis kuat

  1. Pengukuran BB, PB, lingkar dada, lingkar kepala, lingkar lengan atas
  2. Pemeriksaan fisik
*      BB, PB
*      Kepala
*      Lingkar kepala + 31 – 35 cm
*      Perdarahan kulit kepala
*      Caput succederium / caphel hematoma
*      Hydrocepalus / anencephalus
*      Mata
*      Strabismus
*      Gonorhoe
*      Perdarahan konjungtiva
*      Hidung 
*      Labio palato schizis
*      Refleks menghisap
*      Memalingkan kepala kearah buah dada bila pipi disentuhkan
*      Leher
*      Pembengkakan atau tumor
*      Dada
*      Bentuk dada
*      Pernafasan
*      Bunyi jantung
*      Perut
*      Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis
*      Bentuk
*      Perdarahan tali pusat
-    Alat kelamin
*      Testis berada dalam scrotum
*      Penis berlubang dan lubang pada ujung
*      Vagina berlubang
*      Uretra berlubang
*      Labia minora dan mayora
*      Extemitas
*      Gerakan normal
*      Jumlah jari
*      Punggung
*      Pembengkakan atau cekungan
*      Kulit
*      Verniks
*      Warna
*      Pembengkakan atau bercak hitam
*      Tanda lahir
  1. Bayi Baru Lahr dengan Kelainan
*      Kepala                 :   hydrocepalus, mikrocepalus, anensefalus,      kraniotabes, kaput suksedaneum, hemotoma sefal.
*        Mata                   :   perdarahan sub konjungtiva, mata menonjol, katarak
*        Telinga                :   preaktikal, kelainan daun / bentuk telinga
*        Mulut                  :   lebrokisis, lebiognetopelatoskisls, tooth
*      Leher                  :   hematoma sternokleidomestoideus, duktus troglosus vigroma kulit
*        Abdomen             :   membucit, skefoid
*      Tali pusat             :   berdarah, jumlah pembuluh darah tali pusat, hernia umbilikus, amniokel, borafelokel, oksefalus, gastroskisis
*      Genetalia              :   nermephroditismus, testis belum turun, perdrahan/ lendir dari vasine (vasinaldis chorge), atresia ani.
*      Punggung             :   spina bifda, pilonidal sinus / simple
*      Extrimitas             :   fokomella, sindektali, polidektali, fraktur, pirolisis

D.         Tindakan yang Diberikan pada BBL
Tujuan utama perawatan bayi segera setelah lahir
  1. Membersihkan jalan nafas
  2. Memotong dan merawat tali pusat
  3. Mempertahankan suhu tubuh
  4. Identifikasi
  5. Pencegahan infeksi

Adapun tindakan-tindakan yang diberikan pada BBL
o          Membersihkan jalan nafas
*      Letakkan bayi diposisi telentang ditempat keras dan hangat.
*      Atur posisi kepala sedikit ekstensi
*      Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril.
*      Memotong dan merawat tali pusat
*      Klem tali pusat dengan jarak + 5 cm dari perut bayi
*      Gunting setelah denyutan terakhir, diikat dengan benang tali pusat beri alkohol 70% atau betadine
*      Tali pusat tidak usah dibungkus atau diberi salep atau yang lain dalam tali pusat cukup kasa steril agar cepat putus dan mencegah komplikasi lain saat perawatan.
*      Mempertahankan suhu tubuh
*      Pastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit bayi dengan kulit ibu
*      Gunakan handuk atau kain bungkus bayi dengan selimut jangan lupa memastikan kepala terlindung baik dan mencegah keluarnya panas tubuh
*      Memeriksa suhu bayi
*      Identifikasi
*      Alat yang digunakan hendaknya kebal air, tapi halus tidak melukai, tidak mudah sobek, tidak mudah lepas
*      Pada alat tercantum
*      Nama (bayi, ibunya)
*      Tanggal lahir
*      Nomor bayi
*      Jenis kelamin
*      Unit
*      Ditempat tidur diberi tanda dengan mencantumkan nama – tanggal lahir – nomor identifikasi.
*      Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu dicetak dicatatan yang tidak mudah hilang, ukur BB, PB, lingkar kepala, lingkar perut dicatat dalam catatan medik.
*      Pencegahan infeksi.
*      Obat mata eritromicin 0,5% atau tetrasiklin 1% untuk pencegahan penyakit mata klomida (pris) dan untuk mencegah oftalmia neonatorum.
*      Vitamin K 1 mg/hari oral 3 hari untuk bayi normal cukup bulan 0,5 – 1 mg/hari bayi resiko tinggi (APN, 2004).
Vitamin K yang diberikan yaitu vitamin K1 (phytonadione) untuk meningkatkan pembentukan promthrombin. Pemberiannya bisa secara parental, o,5 – 1 mg i.m dengan dosis satu kali segera setelah lahir (sebelum 24 jam). Pemberian vitamin K1 bisa juga secara oral denagan ketentuan 2 mg apabila berat badan lahir lebih dari 2500 gram segera setelah lahir dan diulangi dengan dosis yang sama (2 mg) pada hari keempat. Bila berat badan lahir kurang dari 2500 gram, dosis yang dianjurkan adalah 1 mg dengan cara pemberian yang sama yaitu hari pertama dan ke empat setelah lahir.

Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada BBL:
*      Pernafasan sulit atau lebih dari 60 x/mnt
*      Kehangatan terlalu ganas (> 380C atau terlalu dingi > 360C)
*      Hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah
*      Tali pusat merah dan bengkak, keluar cairan bau busuk, berdarah 


ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL
TERHADAP BAYI Ny. L DI BPS SRIYATI
MATARAM BARU, LAMPUNG TIMUR
TAHUN 2011


Pengkajian Pada Tanggal 22 Mei 2011 Pukul 06.25 WIB
Identitas
Nama                     :   By. Ny. L
Jenis Kelamin            :   Perempuan
Tanggal lahir             :   22 Mei  2011
Jam lahir                 :   14.45 WIB
Anak ke                  :   III (Ketiga)

Nama Ibu                :    Ny. L                            Nama Ayah                : Tn. K
Umur                      :    39 tahun                       Umur                        :  40 tahun
Suku                      :    Lampung                      Suku                         :  Lampung
Agama                    :    Islam                           Agama                      : Islam
Pendidikan               :    S.1                             Pendidikan                  :  S.1
Pekerjaan                :    PNS                            Pekerjaan                   :  Wiraswasta
Alamat                    :    Munjuk                         Alamat                      :  Munjuk

Riwayat Kesehatan
a.Riwayat Kehamilan sekarang
Trimester I        : normal
Trimester II       : normal
Trimester III       : normal



b.Riwayat Persalinan Sekarang
 Lama Persalinan
Kala I                          : 9 jam                                Kala II                     : 20 menit
Kala III                         : 15 menit                            Kala IV                    : 2 jam
Keadaan air ketuban                       : jernih               
Waktu pecah                                : 10.30 WIB
Jenis Persalinan                 : spontan
Lilitan tali pusat                  : tidak ada
Episiotomi                                    : iya, dengan anastesi mediolateral

PEMERIKSAAN FISIK

Bayi lahir cukup bulan          : ya, 39 minggu
Bayi lahir menagis/ bernafas  : ya
Frekuensi Jantung              : 135 kali/menit
Tonus otot                                   : baik
Warna Kulit                                  : merah muda
Tanda tanda vital
Suhu      : 370C                Nadi       : 94x/menit
RR        : 42 x/menit          AS         : 10

INTERPRETASI DATA DASAR

Diagnosa
Bayi baru lahir normal, lahir spontan pervaginam, cukup bulan, dengan kekuatan ibu sendiri
      Dasar           :
      Bayi lahir spontan, cukup bulan, menagis spontal pukul 14.45 WIB  Tgl 22 Mei 2011, jenis kelamin perempuan, APGAR 1 menit pertama 10, BB/PB  3500gr/48 cm, LILA 10 cm, suhu 360C

ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Untuk sementara tidak ada

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG MEMBUTUHKAN TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
Untuk sementara tidak ada

PERENCANAAN
1.      Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan bayinya dalam keadaan sehat.
              Tanda – Tanda Vital
              a) Denyut jantung                : 135 x/menit
              b) Pernafasan                     : 42 x/menit
              c) Temp                            : 37o C
              d) BB                               : 3500 gr
              e) PB                               : 48 cm
              f) Apgar    : 10/10
              g) Reflek   : baik
              Keadaan bayi sehat
          2.  Lakukan perawatan tali pusat menggunakan kasa steril
              Tali pusat bayi telah dibungkus dengan kasa steril
          3.  Jaga kehangatan suhu tubuh bayi untuk menjegah terjadinya hipotermi dengan melakukan teknik kangguru skin to skin pada ibu dan memakaikan topi bayi.
              Suhu tubuh bayi stabil
          4.  Susukan bayi sedini mungkin (Inisiasi menyusu dini) yaitu segera setelah dilahirkan
              Bayi telah menyusu 1 jam pertama
          5.  Lakukan penyuluhan tanda bahaya pada bayi baru lahir pada ibu dan keluarga yaitu apabila bayi mengalami kejang,badan terlalu panas atau dingin,badan bayi kuning,bayi tidur terus tanpa mau menyusu,bayi muntah terus menerus atau diare,tali pusat berdarah,bernanah atau berbau.
              Ibu mengerti tanda dan gejala pada bayi baru lahir
          6.  Beri profilaksis tetes mata atau salep mata tetracylin 2,5% dan beritahu keluarga agar tidak mengusap mata bayi setelah diberi salep
              Salep mata tetracylin 2,5% telah diberikan
7.   Beri injeksi vit K1 1mg secara IM di paha kiri 1/3 paha bagian atas sebelah luar satu jam setelah bayi lahir
              Injeksi vit K 1 mg telah diberikan pada bayi
          8.  Beri imunisasi Hep. B secara IM di paha kanan 1/3 paha bagian atas sebelah luar satu jam setelah pemberian vitamin K1
              Bayi telah diinjeksi imunisasi hepatitis B




Catatan Perkembangan ( 23 Mei 2011  hari ke 2 Pukul 08.25 WIB)

Subjektif
1.                        Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan bidan
2.                        Ibu mengatakan ASI sudah keluar dan bayi dapat menyusu
3.                        Ibu mengatakan bayinya sudah BAB
4.                        Ibu mengatakan masih takut memandikan bayinya
5.                        Ibu merasa bahagia anaknya sehat

Objektif                                                                                                                                1.        Keadaan umum bayi baik
          2.  BB 3500 gr, PB 48 cm, jenis kelamin perempuan
          3.  Pemeriksaan Fisik
a)     Kepala
                  UUB                            : datar
                  UUK                            : datar
                  Molase                          : tidak ada
                  Caput cuccendenum         : tidak ada
                  Chepal hematom             : tidak ada
b)     Mata
                  Bentuk                          : bulat normal, simetris kanan – kiri
                  Strabismus                     : tidak ada
                  Pupil                            : normal
                  Skelera                         : anikterik
                  Keadaan                       : bersih
c)     Hidung
                  Bentuk                          : simetris
                  Polip                            : tidak ada
                  Keadaan                       : bersih
d)     Mulut
                  Bentuk                          : simetris
                  Palatum                        : normal
                  Gusi                             : normal
                  Keadaan                       : bersih
e)     Telinga
                  Bentuk                          : simetris kanan – kiri
                  Keadaan                       : bersih
f)    Leher
 Pembesaran vena/ kelenjar    : tidak ada
Pergerakan leher                         : normal
g)    dada
     simetris kanan-kiri, tidak ada tarikan dinding dada
h)     Perut
 Bulat, tali pusat tidak berbau, masih basah
i)       Punggung- bokong
Lurus, normal, ada lipatan pada bokong

     jenis kelamin perempuan, uretra berlubang, anus : ada
              h)  Ekstermitas
                  Atas                             : simetris kanan – kiri, normal, pergerakan baik
                  Bawah                          : simetris kanan – kiri, normal, pergerakan baik
          4.  Refleks
              Refleks mencari                   : ada
              Refleks menghisap               : ada
              Refleks moro                      : ada
              Refleks menapak                 : ada
              Refleks menggenggam          : ada
              Refleks menelan                  : ada
          

A      : 1.  Diagnosa
              Bayi baru lahir usia 1 hari normal.
              Dasar     : a) Bayi lahir spontan pervaginam pukul tanggal 22 Mei 2011
                            b) BB  : 3500 gr            PB : 48 cm          Lila : 10 cm
                            c) Apgar 10/10
                            d) Refleks baik
                            e) Suhu 370C,Nadi 94x/menit, pernafasan 42x/menit
                            f) Tali pusat masih basah

P      : 1.  Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan bayinya dalam keadaan sehat, hasil pemeriksaan
              a) Bayi lahir spontan pervaginam pukul 06.25 tanggal 22 Mei 2011
              b) BB  : 3500 gr  PB : 49 cm          Lila : 12 cm
              c) Apgar 10/10
              d) Refleks baik
              e) Suhu 36,80C,Nadi 125x/menit, pernafasan 43x/menit
              f) Tali pusat masih basah
              Keadaan bayi baik
          2.  Jelaskan  perawatan tali pusat pada ibu dan keluarga  tali pusat tidak lagi dibungkus menggunakan kasa steril,melainkan hanya dibersihkan dengan air saja dan tidak boleh dibubuhi apaun.
              Ibu mengerti tentang perawatan tali pusat pada bayi
          3.  Jaga kehangatan suhu tubuh bayi untuk menjegah terjadinya hipotermi dengan  memakaikan topi bayi bungkus bayi denagn bedaong kering, letakkan baik dalam ruangan yang tidak ber-AC dan jangan dekat jendela
              Ibu berjanji akan menjaga suhu tubuh bayi
         4.   Lakukan penyuluhan tanda bahaya pada bayi baru lahir pada ibu dan keluarga yaitu apabila bayi mengalami kejang,badan terlalu panas atau dingin,badan bayi kuning,bayi tidur terus tanpa mau menyusu,bayi muntah terus menerus atau diare,tali pusat berdarah,bernanah atau berbau.
              Ibu mengerti tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir
          5.  Anjurkan Ibu dan keluarga menjemur bayi dengan panas matahari pagi sekitar pukul 07.00-08.00 kira-kira 10-15 menit untuk mencegah agar bayi tidak kuning.
              Ibu berjanji akan menjemur bayinya
          6.  Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand yaitu semau bayi menyusu.
              Ibu berjanji akan menyusui bayinya
          7.  Anjurkan ibu melakukan kunjungan ulang satu minggu mendatang ataupun sewaktu-waktu bila ada keluhan atau tanda bahaya pada bayi.
              Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang

KESIMPULAN DAN SARAN



A.              Kesimpulan

Dalam kasus ini pada umumnya ditemui kurangnya pengetahuan ibu tentang bayi baru lahir, sehingga banyak ditemui masalah-masalah yang terjadi misalnya: perawatan tali pusat, cara menyusui dengan benar. Sedangkan untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut, maka petugas kesehatan khususnya bidan harus memberikan pengertian dan perawatan yang intensif untuk mencegah timbulnya komplikasi yang terjadi.

B.              Saran

1.               Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dituntut agar dapat mengantisipasi kemungkinan masalah yang akan timbul dalam melakukan manajemen kebidanan pada ibu bayi baru lahir normal. Bidan juga harus dapat mendokumentasikan semua tindakan dan perkembangan yang terjadi pada bayi baru lahir bersalin yang dirawatnya.

2.               Bagi Institusi Pendidikan
Agar selalu melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam memberikan asuhan kebidanan, terutama bagi bayi baru lahir baik normal maupun dengan resiko, sehingga mahasiswa mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam memberikan asuhan kebidanan. Selain itu, agar diperkaya sumber bacaan dan referensi yang saat ini ada di perpustakaan dengan yang terbari dan yang terkini. Sehingga mahasiswa dan dosen pengajar tidak kesulitan dalam mencari referensi yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar