Total Tayangan Halaman

Rabu, 04 Desember 2013


KEHAMILAN


   Kehamilan Normal
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana terjadi pembuahan ovum oleh spermatozoa yang kemudian mengalami nidasi pada uterus dan berkembang sampai lahir, dimana lamanya hamil normal 37 – 42 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Proses terjadinya kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan terdiri dari :
a.       Ovulasi pelepasan ovum
b.       Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
c.       Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot
d.       Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
e.       Pembentukan plasenta
f.        Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm

2.2   Perubahan - perubahan yang terjadi pada ibu hamil :
1.    Uterus
Bertambah besar dari yang beratnya 30 gr menjadi 1000 gr dengan ukuran panjang 32 cm, lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm.


Pembesaran ini disebabkan oleh hipertropi dari otot-otot rahim tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel otot yang baru dalam bulan – bulan pertama pertumbuhan uterus disebut pertumbuhan aktif karena memang dinding rahim menjadi tebal disebabkan pengaruh hormon estrogen pada otot rahim. Karena telur lebih cepat tumbuhnya dari pada rahim sendiri, maka kira-kira pada bulan keempat desidua capsularia menempel pada desidua vera dan rongga tidak ada lagi. Mulai dari sekarang pertumbuhan rahim diregang oleh isinya yang disebut pertumbuhan pasif. Pertumbuhan uterus tidak rata, uterus lebih cepat tumbuh di daerah implantasi dari ovum dan daerah insersi plasenta. Dalam pertumbuhan rahim juga bentuknya berubah-ubah, mula-mula bentuknya seperti bola lampu, kemudian menjadi bundar, dan mulai bulan keempat sampai akhir kehamilan berangsur-angsur menjadi lonjong ini memaksa naik dalam letak memanjang. Peredaran darah rahim bertambah sesuai dengan bertambah besarnya rahim.

2.    Vagina
Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna selaput lendirnya membiru. Kekenyalan vagina bertambah. Getah dalam vagina biasanya bertambah dalam kehamilan, reaksi asamnya 3,5 – 6,0. Reaksi asam ini disebabkan terbentuknya asidum lacticum sebagai hasil dari penghancuran glikogen yang berada dalam sel-sel epitel vagina oleh hasil-hasil doderlain.

3.    Ovarium
Pada salah satu ovarium dapat diketemukan corpus luteum graviditatis, tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini menghilang.

4.    Dinding Perut
Pada kehamilan lanjut pada primigravida sering timbul garis-garis memanjang atau seorang pada perut yang disebut stiriegravidarum, yang terkadang juga terdapat pada dada dan paha. Pada seorang primigravida warnanya membiru dan disebut strielivid. Pada seorang multigravida disamping strie yang biru terdapat juga garis-garis putih agak mengkilat yang disebut strie albicans. Dahulu diduga bahwa strie ini disebabkan karena kulit perut diregang, tetapi sekarang orang berpendapat bahwa strie ini timbul sebagai akibat hiperfungsi glandula suprare nolis.

5.    Kulit
Selain strie gravidarum, pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi antara pada areola mamae, papila mamae dan linea alba hiperpigmentasi kadang-kadang terdapat pula pada pipi / muka yang disebut cloasma gravidarum.
6.    Buah Dada
Buah dada biasanya membesar dalam kehamilan yang disebabkan hipertropi dari alveoli. Dibawah kulit dada sering terdapat gambaran-gambaran dari vena yang meluas. Puting susu biasanya membesar dan lebih tua warnanya dan acapkali mengluarkan colostrums.

7.    Pertukaran Zat
Wanita yang hamil bertambah besar dalam triwulan I penambahan berat + 1 kg, triwulan II + 5 kg, dan triwulan III + 5,5 kg.

Penambahan berat ini disebabkan oleh :
-          Berat janin 3 kg, plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg.
-          Penimbunan lemak seperti di buah dada 1,5 kg
-          Penambahan zat putih telur 2 kg
-          Retensi air 1,5 kg
-          Sehingga berat badan ibu hamil mengalami penambahan + 10 – 15 kg.

8.    Darah
Volume darah bertambah, baik plasmanya maupun eritrositnya, serta penambahan volume plasma yang disebabkan oleh hidremia lebih menonjol sehingga biasanya kadar HB menurun.

Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
1.        Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
2.        Periksa ulang 1 x sebulan sampai kehamilan 7 bulan
3.        Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
4.        Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
5.        Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan.



Pemeriksaan Ibu Hamil
Anamnesa
1.      Anamnesa identitas isteri dan suami : nama, umur, agama, pekerjaan, alamat, dan sebagainya.
2.      Anamnesa umum :
·         Tentang keluhan-keluhan, napsu makan, tidur, miksi, defekasi perkawinan, dan sebagainya.
·         Tentang haid, kapan mendapat haid terakhir (HT). Bila hari pertama haid terakhir diketahui, maka dapat dijabarkan taksiran tanggal persalinan memakai rumus Naegele : hari + 7, bulan – 3, dan tahun + 1
TTP = hari + 7, bulan –3, tahun + 1 HT
·         Tentang kehamilan, persalinan, keguguran, dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.

Inspeksi dan Pemeriksaan Fisik Diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lege artis : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan jantung, paru-paru, dan sebagainya.
Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali bila ada sesuatu indikasi.
Palpasi
Ibu hami disuruh berbaring telentang, kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil. Dengan sikapp hormat lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksana perut dan payudara.
Palpasi perut untuk menentukan :
·         Besar dan konsistensi rahim.
·         Bagian – bagian janin, letak, presentasi 
·         Gerakan janin
·         Kontrasksi rahim Braxton – Hick dan his


Auskultasi
Digunakan stetoskop monoral (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan denyut jantung janin (djj). Yang dapat kita dengarkan adalah :
1.      Dari janin
·         Djj pada bulan ke 4-5
·         Bising tali pusat
·         Gerakan dan tendangan janin
2.      Dari ibu
·         Bising rahim (uterine souffle)
·         Bising aorta
·         Peristaltikusus
Nasihat-Nasiha Untuk Ibu Hamil
Makanan (Diet) Ibu Hamil
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus, inertia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan lain-lain. Sedangkan makan berlebihan, karena dianggap untuk 2 orang – ibu dan janin, dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre – eklamsi, janin besar, dan sebagainya. Zat-zat yang diperlukan : protein, karbohidrat zat lemak, mineral atau bermacam-macam garam : terutama kalsium, fosfor, dan zat besi (Fe); vitamin, dan air.
Semua zat tersebut di atas kita peroleh dari makanan yang kita makan sehari-hari dan pengobatan tambahan yang diberikan bila ada kekurangannya. Yang penting diperhatiakn sebenarnya yaitu :
1.      Cara mengatur menu
2.      Cara pengolahan menu makanan
Menu disusun menurut petunjuk buku “4 sehat 5 sempurna” dan dapat diketahui bahwa makanan yang mahal harganya belum tentu tinggi nilai gizinya; sebaliknya banyak bahan makanan yang murah harganya, namun mempunyai nilai gizi yang tinggi. Hendaknya selalu makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna, karena nilai gizinya tinggi untuk kesehatan.
Banyak wanita berpendapat bahwa selagi hamil makan dikurangi, karena mereka takut janin menjadi besar sehingga sulit melahirkan. Pendapat ini tidak mempunyai dasar, sebenarnya ibu hamil memerlukan tambahan beberapa zat-zat untuk pertumbuhan janinnya agar sehat, dan ini hanya bisa diperoleh dari makanan.
Makanan diperlukan antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah dada, dan kenaikan metabolisme. Anak aterm memerlukan : 400 g protein, 220 g lemak, 80 g kabohidrat, dan 40 g mineral. Uterus dan plasenta membutuhkan masing-masing 500 g dan 55 g protein. Kebutuhan total protein 950 g, kalsium 30 g, Fe 0,8 g, dan asam folik 300 g per hari.
Sebagai pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata antara 6,5 sampai 16 kg (10-12 kg). Kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila berat badan ibu turun setelah kehamilan triwulan kedua, haruslah menjadi perhatian.
Tabel 10-1. Kebutuhan Makanan Sehari-Hari Ibu Tidak Hamil, Ibu Hamil, dan Menyusui

Kalori dan Zat Makanan
Tidak Hamil
Hamil
Menyusui
Kalori
2000
2300
3000
Protein
55 g
65 g
80 g
Kalsium (Ca)
0,5 g
1 g
1 g
Zat besi (Fe)
12 g
17 g
17 g
Vitamin A
5000 IU
6000 IU
7000 IU
Vitamin D
400 IU
600 IU
800 IU
Tiamin
0,8 mg
1 mg
1,2 mg
Riboflavin
1,2 mg
1,3 mg
1,5 mg
Niasin
13 mg
15 mg
18 mg
Vitamin C
60 mg
90 mg
90 mg



Merokok
Jelas bahwa bayi dari ibu-ibu perokok mempunyai berat badan lebih kecil. Karena itu wanita hamil dilarang merokok.

Obat – Obatan
Prinsip : jika mungkin dihindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama dalam triwulan I. Perlu dipertanyakan mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin, oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaina obat-obatan tersebut.
Lingkungan
Saat sekarang, bahaya polusi udara, air, dan makanan terhadap ibu dan anak sudah mulai diselidiki seperti halnya merokok.

Gerak Badan
Kegunaannya : sirkulasi darah menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak. Gerak badan yang melelahkan dilarang. Dianjurkan berjalan-jalan pada pagi hari dalam udara yang masih segar. Gerak badan ditempat :
·         Berdiri – jongkok
·         Telentang – kaki diangkat
·         Telentang – perut diangkat
·         Melatih pernapasan

Kerja
·         Jangan terlalu lama dan melelahkan
·         Duduk lama-statis vena (vena stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak
·         Bepergian dengan pesawat udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia, dan tekanan oksigen yang cukup dalam pesawat udara.




Bepergian
·         Jangan terlalu lama dan melelahkan
·         Duduk lama – statis vena (vena stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak.
·         Bepergian dengan pesawat udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia, dan tekanan oksigen yang cukupp dalam pesawat udara.
Pakaian
·         Pakian harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut.
·         Pakailah kutang yang menyokong payudara.
·         Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi
·         Pakaian dalam yang selalu bersih.
Istirahat dan Rekreasi
Wanita pekerja harus serng istirahat. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. Tempat hiburan yang telalu ramai, sesak, dan panas lebih baik dihindari karena dapat menyebabkan jatuh pingsan.
Mandi
Mandi diperlukan untuk kebersihan / higiene terutama perawatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun lembur / ringan. Jangan tergelincir di perigi dan jagalah kebersihannya. Douche dan mandi berendam tidak dianjurkan.
Koitus
Koitus tidak dihalangi kecuali bila ada sejarah.
·         Sering abortus / prematur
·         Perdarahan pervaginam
·         Pada minggu terakhir kehamilan, koitus harus hati-hati
·         Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang
·         Dikatakan orgasme pada hamil tua dapat menyebabkan kontraksi uterus partus spermaturus.

Kesehatan Jiwa
Ketenangan jiwa penting  dalam menghadapi persalinan  karena itu dianjurkan bukan saja melakukan latihan-latihan fisik namun juga kejiwaan untuk hal yang fisiologis, namun banyak ibu-ibu yang tidak tenang, merasa khawatir akan hal ini. Untuk itu, dokter harus dapat menanamkan kepercayaan kepada ibuhamil dan menerangkan apa yang harus diketahuinya karena kebodohan, rasa takut, dan sebagainya dapat menyebabkan rasa sakit pada waktu persalinan, ini akan mengganggu jalannya partus, ibu akan menjadi lelah dan kekuatan hilang. Untuk menghilangkan cemas harus ditanamkan kerjasama pasien-penolong (dokter, bidan) dan diberikan penerangan selagi hamil dengan tujuan :
·         Menghilangkan ketidaktahuan.
·         Latihan-latihan fisik dan kejiwaan
·         Mendidik cara-cara perawatan bayi
·         Berdiskusi tentang peristiwa persalinan fisiologik.

Perawatan Buah Dada
Buah dada merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Kurang yang dipakai harus sesuai dengan pembesaran buah dada, yang sifatnya adalah menyokong buah dada dari bawah suspension, bukan menekan dari depan.

Dua bulan terakhir dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan. Untuk mencegah puting susu kering dan mudah pecah, maka puting susu dan areola payudara dirawat baik-baik dengan dibersihkan menggunakan air sabun dan biocream atau alkohol. Bila puting susu masuk ke dalam, hal ini diperbaiki dengan jalan menarik-narik keluar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar