KEHAMILAN
Kehamilan Normal
Kehamilan adalah suatu
keadaan dimana terjadi pembuahan ovum oleh spermatozoa yang kemudian mengalami
nidasi pada uterus dan berkembang sampai lahir, dimana lamanya hamil normal 37
– 42 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Proses terjadinya
kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan terdiri dari :
a.
Ovulasi pelepasan ovum
b.
Terjadi migrasi
spermatozoa dan ovum
c.
Terjadi konsepsi dan
pertumbuhan zigot
d.
Terjadi nidasi
(implantasi) pada uterus
e.
Pembentukan plasenta
f.
Tumbuh kembang hasil
konsepsi sampai aterm
2.2 Perubahan - perubahan yang terjadi pada ibu hamil :
1. Uterus
Bertambah besar dari yang beratnya 30 gr menjadi 1000 gr
dengan ukuran panjang 32 cm, lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm.
Pembesaran ini disebabkan oleh hipertropi dari otot-otot
rahim tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel otot yang baru dalam
bulan – bulan pertama pertumbuhan uterus disebut pertumbuhan aktif karena
memang dinding rahim menjadi tebal disebabkan pengaruh hormon estrogen pada
otot rahim. Karena telur lebih cepat tumbuhnya dari pada rahim sendiri, maka
kira-kira pada bulan keempat desidua capsularia menempel pada desidua vera dan
rongga tidak ada lagi. Mulai dari sekarang pertumbuhan rahim diregang oleh
isinya yang disebut pertumbuhan pasif. Pertumbuhan uterus tidak rata, uterus
lebih cepat tumbuh di daerah implantasi dari ovum dan daerah insersi plasenta.
Dalam pertumbuhan rahim juga bentuknya berubah-ubah, mula-mula bentuknya
seperti bola lampu, kemudian menjadi bundar, dan mulai bulan keempat sampai
akhir kehamilan berangsur-angsur menjadi lonjong ini memaksa naik dalam letak
memanjang. Peredaran darah rahim bertambah sesuai dengan bertambah besarnya
rahim.
2. Vagina
Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna
selaput lendirnya membiru. Kekenyalan vagina bertambah. Getah dalam vagina
biasanya bertambah dalam kehamilan, reaksi asamnya 3,5 – 6,0. Reaksi asam ini
disebabkan terbentuknya asidum lacticum sebagai hasil dari penghancuran
glikogen yang berada dalam sel-sel epitel vagina oleh hasil-hasil doderlain.
3. Ovarium
Pada salah satu ovarium dapat diketemukan corpus luteum
graviditatis, tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini menghilang.
4. Dinding Perut
Pada kehamilan lanjut pada primigravida sering timbul
garis-garis memanjang atau seorang pada perut yang disebut stiriegravidarum,
yang terkadang juga terdapat pada dada dan paha. Pada seorang primigravida
warnanya membiru dan disebut strielivid. Pada seorang multigravida disamping
strie yang biru terdapat juga garis-garis putih agak mengkilat yang disebut
strie albicans. Dahulu diduga bahwa strie ini disebabkan karena kulit perut
diregang, tetapi sekarang orang berpendapat bahwa strie ini timbul sebagai
akibat hiperfungsi glandula suprare nolis.
5. Kulit
Selain strie gravidarum, pada kulit terdapat pula
hiperpigmentasi antara pada areola mamae, papila mamae dan linea alba
hiperpigmentasi kadang-kadang terdapat pula pada pipi / muka yang disebut
cloasma gravidarum.
6. Buah Dada
Buah dada biasanya membesar dalam kehamilan yang disebabkan
hipertropi dari alveoli. Dibawah kulit dada sering terdapat gambaran-gambaran
dari vena yang meluas. Puting susu biasanya membesar dan lebih tua warnanya dan
acapkali mengluarkan colostrums.
7. Pertukaran Zat
Wanita yang hamil bertambah besar dalam triwulan I
penambahan berat + 1 kg, triwulan II + 5 kg, dan triwulan III +
5,5 kg.
Penambahan berat ini
disebabkan oleh :
-
Berat janin 3 kg,
plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg.
-
Penimbunan lemak seperti
di buah dada 1,5 kg
-
Penambahan zat putih
telur 2 kg
-
Retensi air 1,5 kg
-
Sehingga berat badan ibu
hamil mengalami penambahan + 10 – 15 kg.
8. Darah
Volume darah bertambah, baik plasmanya maupun eritrositnya,
serta penambahan volume plasma yang disebabkan oleh hidremia lebih menonjol
sehingga biasanya kadar HB menurun.
Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
1.
Pemeriksaan pertama kali
yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
2.
Periksa ulang 1 x sebulan
sampai kehamilan 7 bulan
3.
Periksa ulang 2 x sebulan
sampai kehamilan 9 bulan
4.
Periksa ulang setiap
minggu sesudah kehamilan 9 bulan
5.
Periksa
khusus bila ada keluhan-keluhan.
Pemeriksaan Ibu Hamil
Anamnesa
1.
Anamnesa identitas isteri
dan suami : nama, umur, agama, pekerjaan, alamat, dan sebagainya.
2.
Anamnesa umum :
·
Tentang keluhan-keluhan,
napsu makan, tidur, miksi, defekasi perkawinan, dan sebagainya.
·
Tentang haid, kapan
mendapat haid terakhir (HT). Bila hari pertama haid terakhir diketahui, maka
dapat dijabarkan taksiran tanggal persalinan memakai rumus Naegele : hari + 7,
bulan – 3, dan tahun + 1
TTP = hari + 7, bulan –3, tahun + 1 HT
·
Tentang kehamilan,
persalinan, keguguran, dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.
Inspeksi dan Pemeriksaan Fisik Diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh
secara baik dan lege artis : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan jantung,
paru-paru, dan sebagainya.
Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali bila ada sesuatu
indikasi.
Palpasi
Ibu hami disuruh berbaring telentang, kepala dan bahu
sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan
ibu hamil. Dengan sikapp hormat lakukanlah palpasi bimanual terutama pada
pemeriksana perut dan payudara.
Palpasi perut untuk
menentukan :
·
Besar dan konsistensi
rahim.
·
Bagian – bagian janin,
letak, presentasi
·
Gerakan janin
·
Kontrasksi
rahim Braxton – Hick dan his
Auskultasi
Digunakan stetoskop
monoral (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan denyut jantung janin (djj).
Yang dapat kita dengarkan adalah :
1.
Dari janin
·
Djj pada bulan ke 4-5
·
Bising tali pusat
·
Gerakan dan tendangan
janin
2.
Dari ibu
·
Bising rahim (uterine
souffle)
·
Bising aorta
·
Peristaltikusus
Nasihat-Nasiha Untuk Ibu Hamil
Makanan (Diet) Ibu Hamil
Wanita hamil dan menyusui
harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah
kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus,
inertia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan lain-lain.
Sedangkan makan berlebihan, karena dianggap untuk 2 orang – ibu dan janin,
dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre – eklamsi, janin besar, dan
sebagainya. Zat-zat yang diperlukan : protein, karbohidrat zat lemak, mineral
atau bermacam-macam garam : terutama kalsium, fosfor, dan zat besi (Fe);
vitamin, dan air.
Semua zat tersebut di
atas kita peroleh dari makanan yang kita makan sehari-hari dan pengobatan
tambahan yang diberikan bila ada kekurangannya. Yang penting diperhatiakn
sebenarnya yaitu :
1.
Cara mengatur menu
2.
Cara pengolahan menu
makanan
Menu disusun menurut
petunjuk buku “4 sehat 5 sempurna” dan dapat diketahui bahwa makanan yang mahal
harganya belum tentu tinggi nilai gizinya; sebaliknya banyak bahan makanan yang
murah harganya, namun mempunyai nilai gizi yang tinggi. Hendaknya selalu makan
sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna, karena nilai gizinya tinggi untuk
kesehatan.
Banyak wanita berpendapat
bahwa selagi hamil makan dikurangi, karena mereka takut janin menjadi besar
sehingga sulit melahirkan. Pendapat ini tidak mempunyai dasar, sebenarnya ibu
hamil memerlukan tambahan beberapa zat-zat untuk pertumbuhan janinnya agar
sehat, dan ini hanya bisa diperoleh dari makanan.
Makanan diperlukan antara
lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah dada, dan kenaikan
metabolisme. Anak aterm memerlukan : 400 g protein, 220 g lemak, 80 g
kabohidrat, dan 40 g mineral. Uterus dan plasenta membutuhkan masing-masing 500
g dan 55 g protein. Kebutuhan total protein 950 g, kalsium 30 g, Fe 0,8 g, dan
asam folik 300 g per hari.
Sebagai pengawasan,
kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan
kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata antara 6,5 sampai 16 kg
(10-12 kg). Kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila berat badan ibu
turun setelah kehamilan triwulan kedua, haruslah menjadi perhatian.
Tabel 10-1. Kebutuhan Makanan Sehari-Hari Ibu Tidak Hamil,
Ibu Hamil, dan Menyusui
|
Kalori dan Zat Makanan
|
Tidak Hamil
|
Hamil
|
Menyusui
|
|
Kalori
|
2000
|
2300
|
3000
|
|
Protein
|
55 g
|
65 g
|
80 g
|
|
Kalsium (Ca)
|
0,5 g
|
1 g
|
1 g
|
|
Zat besi (Fe)
|
12 g
|
17 g
|
17 g
|
|
Vitamin A
|
5000 IU
|
6000 IU
|
7000 IU
|
|
Vitamin D
|
400 IU
|
600 IU
|
800 IU
|
|
Tiamin
|
0,8 mg
|
1 mg
|
1,2 mg
|
|
Riboflavin
|
1,2 mg
|
1,3 mg
|
1,5 mg
|
|
Niasin
|
13 mg
|
15 mg
|
18 mg
|
|
Vitamin C
|
60 mg
|
90 mg
|
90 mg
|
Merokok
Jelas bahwa bayi dari
ibu-ibu perokok mempunyai berat badan lebih kecil. Karena itu wanita hamil
dilarang merokok.
Obat – Obatan
Prinsip : jika mungkin
dihindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama dalam triwulan I.
Perlu dipertanyakan mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya
terhadap janin, oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaina obat-obatan
tersebut.
Lingkungan
Saat sekarang, bahaya
polusi udara, air, dan makanan terhadap ibu dan anak sudah mulai diselidiki
seperti halnya merokok.
Gerak Badan
Kegunaannya : sirkulasi
darah menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur
lebih nyenyak. Gerak badan yang melelahkan dilarang. Dianjurkan berjalan-jalan
pada pagi hari dalam udara yang masih segar. Gerak badan ditempat :
·
Berdiri – jongkok
·
Telentang – kaki diangkat
·
Telentang – perut
diangkat
·
Melatih pernapasan
Kerja
·
Jangan terlalu lama dan
melelahkan
·
Duduk lama-statis vena
(vena stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak
·
Bepergian dengan pesawat
udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia, dan tekanan oksigen yang cukup dalam
pesawat udara.
Bepergian
·
Jangan terlalu lama dan
melelahkan
·
Duduk lama – statis vena
(vena stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak.
·
Bepergian dengan pesawat
udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia, dan tekanan oksigen yang cukupp dalam
pesawat udara.
Pakaian
·
Pakian harus longgar,
bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut.
·
Pakailah kutang yang
menyokong payudara.
·
Memakai sepatu dengan
tumit yang tidak terlalu tinggi
·
Pakaian
dalam yang selalu bersih.
Istirahat dan Rekreasi
Wanita pekerja harus
serng istirahat. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. Tempat
hiburan yang telalu ramai, sesak, dan panas lebih baik dihindari karena dapat
menyebabkan jatuh pingsan.
Mandi
Mandi diperlukan untuk
kebersihan / higiene terutama perawatan kulit, karena fungsi ekskresi dan
keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun lembur / ringan. Jangan
tergelincir di perigi dan jagalah kebersihannya. Douche dan mandi berendam
tidak dianjurkan.
Koitus
Koitus tidak dihalangi
kecuali bila ada sejarah.
·
Sering abortus / prematur
·
Perdarahan pervaginam
·
Pada minggu terakhir
kehamilan, koitus harus hati-hati
·
Bila ketuban sudah pecah,
koitus dilarang
·
Dikatakan orgasme pada
hamil tua dapat menyebabkan kontraksi uterus partus spermaturus.
Kesehatan Jiwa
Ketenangan jiwa
penting dalam menghadapi persalinan karena itu dianjurkan bukan saja melakukan
latihan-latihan fisik namun juga kejiwaan untuk hal yang fisiologis, namun
banyak ibu-ibu yang tidak tenang, merasa khawatir akan hal ini. Untuk itu,
dokter harus dapat menanamkan kepercayaan kepada ibuhamil dan menerangkan apa
yang harus diketahuinya karena kebodohan, rasa takut, dan sebagainya dapat
menyebabkan rasa sakit pada waktu persalinan, ini akan mengganggu jalannya
partus, ibu akan menjadi lelah dan kekuatan hilang. Untuk menghilangkan cemas
harus ditanamkan kerjasama pasien-penolong (dokter, bidan) dan diberikan
penerangan selagi hamil dengan tujuan :
·
Menghilangkan
ketidaktahuan.
·
Latihan-latihan fisik dan
kejiwaan
·
Mendidik cara-cara
perawatan bayi
·
Berdiskusi tentang
peristiwa persalinan fisiologik.
Perawatan Buah Dada
Buah dada merupakan
sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu jauh
sebelumnya harus sudah dirawat. Kurang yang dipakai harus sesuai dengan
pembesaran buah dada, yang sifatnya adalah menyokong buah dada dari bawah suspension,
bukan menekan dari depan.
Dua bulan terakhir
dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan.
Untuk mencegah puting susu kering dan mudah pecah, maka puting susu dan areola
payudara dirawat baik-baik dengan dibersihkan menggunakan air sabun dan
biocream atau alkohol. Bila puting susu masuk ke dalam, hal ini diperbaiki
dengan jalan menarik-narik keluar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar