Total Tayangan Halaman

Rabu, 04 Desember 2013

Hyperemisis Gravidarum


1.1Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada wanita di mana masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal yaitu 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir. Pengawasan antenatal memberikan manfaat bagi ibu hamil dan ditemukannya berbagai masalah/kelainan yang menyertai kehamilan secara dini. Berdasarkan penelitian WHO di selutuh duniat erdapat kematian sebesar 500.000 jiwa pertahun saat hamil atau bersalin dan kematian bayi khususnya neonatal sebesar 10.000.000 jiwa pertahuan saat hamil atau bersalin jiwa per tahun. Di negara berkembang antara 750-100 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian maternal sebesar 99%. Tingginya AKI di id yaitu 390 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI, 1994) tertinggi di ASEAN dan penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan infeksi, eklamsi, partus lama dan komplikasi abortus.
Mengingat pentingnya peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, tanggal 12 Oktober 2000 pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional kehamilan aman atau making pregnancy safer (MPS) sebagai strategi pembangunan kesehatan masyarakat menuju Indonesia sehat 2010 sebagai bagian dari program safe motherhood dalam arti kata luas tujuan safe motherhood dan makin pregnancy safer sama, yaitu melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi beban kesakitan, kecacatan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. MPS merupakan strategi sektor kesehatan yang terfokus pada pendekatan perencanaan sistematis dan terpadu dalam melaksanakan intervensi klinis dan pelayanan kesehatan.
Pembuatan manajemen ini juga untuk menggunakan cakupan pelayanan antenatal, salah satu upaya penurunan AKI adalah dengan melakukan pelayanan antenatal yaitu dengan program AANC dengan periode 4 kali kunjungan. Jika upaya penerapan ANC ini dilakukan secara teratur, secara otomatis penurunan AKI dapat diturunkan. Penyuluhan kepada ibu hamil perlu dilakukan karena banyak ibu hamil yang tidak mengerti arti pentingnya pemeriksaan kehamilan, terutama penyuluhan tentang komplikasi sebagai akibat langsaung kehamilan yang merupakan hal yang patologis, salah satunya “Hyperemesis Gravidarum”. Hal ini merupakan gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimeter I. Terjadinya pada pagi hari tapi bisa juga timbul setiap saat dan malam hari, mual dan muntah terjadi 6080% primigravida dan 40-60% multi gravida yang dapat berlangsung selama 4 bulan.
Diharapkan di Indonesia AKI menurun sebesar 75% pada tahun 2010 dari tahun 1990. di Indonesia pada tahun 2010 nanti seperti disebutkan dalam kontes pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 yaitu visinya adalah kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman dapat terwujud dan standar pelayanan dapat ditingkatkan serta dimiliki oleh setiap pelaksanaan pelayanan kesehatan.


1.2Rumusan Masalah
Bagaimana pengetahuan penulis mengenai kehamilan dengan hiperemesis gravidarum sesuai dengan materi yang didapat dibangku kuliah.
1.3Tujuan
1.3.1    Tujuan Umum
Bagaimana pengetahuan penulis mengenai asuhan kebidanan pada kehamilan dan seberapa besar penyerapan materi yang didapat penulis dibangku kuliah.
1.3.2    Tujuan khusus
1.      Mampu menguraikan konsep dasar dan manajemen kebidanan pada kehamilan
2.      Mampu mengidentifikasi masalah potensial dan diagnosa lain
3.      Mampu mengevaluasi kebutuhan segera
4.      Mampu membuat perencanaan tindakan
5.      Mampu melaksanakan rencana tindakan
6.      Mampu mengevaluasi hasil tindakan


BAB II
LANDASAN TEORI




Definisi
Hiperemesis Gravidarum adalah keadaan dimana penderita mual dan muntah/tumpah yang berlebihan, lebih dari 10 kali dalam 24 jam atau setiap saat, sehingga mengganggu kesehatan dan pekerjaan sehari-hari.
Mual (nause) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar yang sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum.
Etiologi
Penyebab Hiperemesis Gravidarum belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang telah ditemukan yaitu :
Faktor presdisposisi yang sering dikemukakan adalah prininggravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda.
Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan, ini merupakan faktor organic.
Alergi sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak.
Faktor psikologi memegang peranan penting pada penyakit ini, rumah tangga retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan. Takut terhadap tanggug jawab sebagai ibu.

Patologi
Hati
Pada hipermesis gravidarum tanpa komplikasi hanya ditemukan degenerasi lemak tanpa nekronis, degenerasi lemak tersebut terletak sentrilobuler.
Jantung
Jantung menjadi lebih kecil dari pada biasanya dan beratnya atrofi, ini sejalan dengan lamanya penyakit.
Otak
Adakalanya terdapat  bercak-bercak pendarahan pada otak dan kelainan seperti pada ensefolopati wernicle dapat dijumpai.
Ginjal
Ginjal tampak pucat dan generasi lemak dapat ditemukan pada tabuli konturti.


Gejala dan tanda
Hiperemesis Gravidarum, menurut berat ringannya dapat dibagi kedalam 3 (tiga) tingkatan.
1.      Tingkat I
Mual terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pda epigastrium, nadi meningkat sekitar 100/menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidang mengering dan mata cekung.
2.      Tingkat II
Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lemah mengurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikteris, berat badan turun dan mata menjadi cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi. Aseton tercium dalam hawa pernafasan karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing.
3.      Tingkat III
Keadaan umum lebih parah, muntah keadaan umum lebih parah, muntah henti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat tensi menurun, komplikasi fatal terjadi pada susunan syaraf yang dikenal sebagai ensefalopati werniele, dengan gejala : nistagmus, dipolpia dan perubahan mental, keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks, timbulnya ikterus menunjukkan adanya payah hati.
Diagnosis
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah yang terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Hiperemesis Gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, sehingga pengobatan perlu segera diberikan.
Pengolahan
1.      Obat-obatan
Sedativa yang siring diberikan adalah phenobarbital, vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Anti histamika juga dianjurkan seperti dramamin, ovamin pada keadaan lebih kuat diberikan antimetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin.
2.      Isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara baik. Cacat cairan yang keluar dan masuk. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita. Sampai muntah berhenti dan penderita mau makan, tidak diberikan makan/minum selama 24 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.


3.      Terapi Psikologik
Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
4.      Cairan Parenteral
Berikan cairan parental yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam  cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intravena.
5.      Penghentian kehamilan
Bila keadaan memburuk dilakukan pemeriksaan medik dan psikiatrik, manifestasi komplikasi organis adalah delirium, kebutuhan, takikardi, ikterus, anuria dan perdarahan dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan keadaan yang memerlukan pertimbangan gugur kandung diantaranya :
a.       Gangguan kejiwaan
-         Delirium
-         Apatis, somnolen sampai koma
-         Terjadi gangguan jiwa ensepalopati wernicle



b.       Gangguan penglihatan
-         Pendarahan retina
-         Kemunduran penglihatan
c.       Gangguan faal
-         Hati dalam bentuk ikterus
-         Ginjal dalam bentuk anuria
-         Jantung dan pembuluh darah terjadi nadi meningkat
-         Tekanan darah menurun


PRAGNOSA DAN SIKAP BIDAN PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM


Sebagian besar emesis gravidarum dapat diatasi dengan berobat jalan sehingga sangat sedikit memerlukan pengobatan rumah sakit. Pengobatan penderita hiperemesis gravidarum yang dirawat di rumah sakit, hampir seluruhnya dapat dipulangkan dengan memuaskan, sehingga kehamilannya dapat diteruskan. Bidan di desa dengan polidensinya dapat merawat wanita hamil dengan hiperemesis gravidarum. Dalam perawatan perlu dilakukan konsultasi dengan dokter.












BAB III


ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN PATOLOGIS DENGAN HYPEREMISIS GRAVIDARUM TERHADAP Ny. I DI RSUD A YANI METRO
TAHUN 2011


Tanggal           : 8 November 2011                Pukul : 06.00 WIB

A.   PENGKAJIAN

I.     Identitas
Nama                : Ny. L                              Nama           : Tn. R
Umur                : 23 tahun                       Umur            : 26 tahun
Suku/Bangsa     : Jawa/Indonesia             Suku/Bangsa         : Jawa/Indonesia
Agama              : Islam                              Agama          : Islam
Pendidikan        : SMA                               Pendidikan   : DII
Pekerjaan          : Wiraswasta                   Pekerjaan     : Wiraswasta
Alamat              : 15 A Metro                   
II.   Anamnese (Data Subyektif)
Pada tanggal   : 08 November 2011  Pukul   : 06.00 WIB
Oleh                : Okta
1.      Alasan kunjungan saat ini
Ibu datang mengatakan mual muntah sejak 2 hari yang lalu
2.      Riwayat kehamilan ini :
2.1  Riwayat menstruasi
Hari pertama haid terakhir tanggal, 14-09-2011 lamanya 7 hari, banyaknya 2 x ganti pembalut
Haid sebelumnya taratur, lamanya 7 hari, banyaknya 2 x ganti pembalut siklus 28 hari, teratur, konsistensi cair. Taksiran partus 21 Juni 2012
2.2  Tanda-tanda kehamilan
Hasil tes kehamilan dilakukan tanggal 16 –10-2011hasil (+)
2.3  Pergerakan fetus diarakan pertama kali belum merasakan pergerakan fetus dalam 24 jam terakhi tidak ada.
2.4  Keluhan yang dirasakan :
-         Rasa lelah ada, ibu merasa lelah karena mual, muntah ± 10 sehari.
-         Mual dan muntah yang lama ada ibu mengatan muntah dan mual yang lama
-         Nyeri perut ada, ibu merasakan nyeri di daerah epi gastrium
-         Panas, menggigil tidak panas, tidak menggigil
-         Penglihatan tidak kabur
-         Rasa nyeri/panas waktu BAK tidak ada
-         Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya tidak dirasakan
-         Pengeluaran cairan pervaginam tidak ada
-         Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai tidak ada
-         Oedema tidak ada
2.5  Diet / makan
Makan sehari-hari; 3 x/hari dengan nasi sayur, dan lauk pauk, juga minum susu.
Perubahan makan yang dialami: ibu tidak nafsu makan dan muntah terus menerus.

2.6  Pola Eliminasi
BAK: 3 x/hari, warna kekuningan, tidak berbau, jumlah ± 400 cc/hari
BAB: 1 x/hari, warna kekuningan, konsistensi lembek.
2.7  Aktifitas sehari-hari
Pola istirahat dan tidur : tidur siang 2 jam, tidur malam 1 jam. Seksualitas dilakukannya 1 x seminggu, ibu melakukan pekerjaan seperti biasa.
2.8  Imunisasi TT
TT lengkap
2.9  Kontrasepsi yang pernah digunakan
Belum pernah menggunakan kontrasepsi
3.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu :
No
Tgl/th Persalinan
Tempat Pertolongan
Usia Kehamilan
Jenis Persalinan
Penolong
Penyulit
Anak
L/P
BB
TB
Keadaan


Hamil
Ini








4.      Riwayat kesehatan
4.1  Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita.
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hepar, diabetes mellitus, anemia berat, penyakit hubungan seksual HIV/AIDS, campak, tuberkulosis, gangguan mental, operasi dan lain-lain.
4.2  Perilaku kesehatan
¨      Penggunaan alcohol/obat-obatan sejenisnya
Ibu tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan sejenisnya
¨      Merokok, makan sirih
Tidak pernah merokok, makan sirih
¨      Irigasi vagina/ganti pakaian dalam
Ganti pakaian dalam 2 x/hari pagi dan sore setelah mandi
5.      Riwayat sosial
5.1  Apakah kehamilan ini direncanakan        
Ibu mengatakan kehamilannya saat ini direncanakan dan diinginkan. 
5.2  Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki dan perempuan sama saja
5.3  Status perkawinan : menikah, Jumlah : 1 kali, Lamanya perkawinan : 1 tahun
5.4  Susunan keluarga yang tinggal di rumah : ayah, ibu dan suami
5.5  Kepercayaan yang berhubungan dengan, persalinan, kehamilan dan nifas : tidak ada
6.      Tempat dan petugas kesehatan yang diinginkan untuk membantu persalinan di : Ibu mengatakan ingin melahirkan di bidan
7.      Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit keturunan.
8.      Psychologi : ibu merasa cemas
III. Pemeriksaan
1.      Keadaan umum : baik, Kesadaran : composmentis, keadaan emosional : cemas.
2.      Ukuran lingkar lengan atas : 23,5 cm
3.      Tanda vital :
-         TD                   : 90/70 mmHg
-         Suhu tubuh    : 37 oC
-         Denyut nadi   : 100 x/mnt
-         Pernafasan     : 20 x/mnt
-         BB                   : 52 kg
4.      Tinggi badan        : 157 cm, kenaikan selama hamil 1 kg
5.      Pemeriksaan fisik
5.1  Muka            Kelopak mata             : Tidak ada oedema
Konjungtiva    : tidak pucat
Sklera              : an ikterik
5.2  Mulut dan gigi :        Lidah dan geraham    : Bersih tidak ada stomatitis
Gigi                             : tidak berlubang
5.3  Kelenjar tyroid : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
5.4  Kelenjar getah bening : tidak ada pembesaran
5.5  Dada
Jantung        :  Tidak terdengar mur-mur
Paru-paru    :  Tidak ada ronchi dan wheezing
Payudara     :  Pembesaran      : ada pembesaran
                       Putting susu      : menonjol
                       Simetris             : simetris kanan dan kiri
                       Pengeluaran     : belum ada pengeluaran
                       Rasa nyeri         : tidak ada
                       Lain-lain           : tidak ada
5.6  Abdomen
a.       Bekas operasi : tidak ada
b.       Pemeriksaan leopold : tidak dilakukan
c.       TFU         : 3 jari atas symphisis

5.7  Punggung dan pinggang
Posisi tulang belakang         : lurus, tidak berlubang, tidak nyeri
Pinggang nyeri                     : tidak nyeri
5.8  Extermitas atas dan bawah :
-         Oedema                          : tidak ada oedema di muka, tangan, kaki
-         Pucat pada kuku jari     : tidak ada
-         Varices                            : tidak ada
-         Reflek patella                  : positif (+)
IV. Laboratorium
1.      Protein      : tidak  dilakukan
2.      Reduksi     : tidak  dilakukan
3.      Hb             : 11,5 gr%
V.   Pendidikan Kesehatan
Ibu mengatakan belum pernah mendapat pendidikan kesehatan

B.    IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA DAN KEBUTUHAN

  1. Diagnosa
Ibu G1 P0 A0 hamil 9 minggu, janin hidup dengan hiperemesis gravidarum
Dasar    :  -   HPHT 14-09-2011
                -   Mual dan muntah ± 10 kali sehari
-      Nyeri perut pada daerah epigastrium
-      Tekanan darah 90/70 mmHg
-      Denyut nadi 100 x/menit
-      Tidak nafsu makan
-      Keadaan umum ibu lemah
  1. Masalah
¨      Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Dasar :  -   Ibu muntah terus menerus
             -   Ibu tidak ada nafsu makan
¨      Cemas
Dasar :  -   Ibu mengatakan cemas menghadapi kehamilannya
             -   Ibu takut terjadi sesuatu pada bayinya
  1. Kebutuhan
Penyuluh gizi ibu hamil dengan hiperemisi gravidarum
Dasar       :  -   Ibu mual muntah lebih dari 10 x sehari
Ibu butuh support dan dukungan dari bidan dan keluarga
Dasar       :  -   Ibu merasa cemas dengan kehamilannya karena ini adalah kehamilannya yang pertama.

C.   IDENTITAS MASALAH POTENSI ATAU DIAGNOSA LAIN

Hiperemesis gravidarum tingkat I

D.   EVALUASI KEBUTUHAN SEGERA

Kolaborasi dengan dokter

E.    PERENCANAAN TINDAKAN

  1. Berikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi bumil dengan hiperemesis gravidarum
Rasional : Agar gizi ibu hamil dapat terpenuhi
  1. Anjurkan ibu makan sedikit tapi sering dan menghindari makanan yang merangsang mual
Rasional : untuk menambah tenaga ibu dan mencegah muntah 
  1. Berikan ibu vitamin dan obat anti mual
Rasional : untuk mengurangi mual dan nyeri epigastrium
  1. Anjurkan ibu untuk cukup istirahat
Rasional : supaya kondisi fisiknya tidak terlalu lelah dan lemah
  1. Beri suport dan dukungan pada ibu
Rasional : agar ibu lebih tenang menghadapi kehamilannya.

F.    PELAKSANAAN

Tanggal, 08 November 2011      
  1. Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi bumil dengan hiperemesis gravidarum
  2. Menganjurkan ibu makan sedikit tapi sering dan menghindari makanan yang merangsang mual
  3. Memberikan ibu vitamin dan obat anti mual
  4. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
  5. Memberi suport dan dukungan pada ibu

G.   EVALUASI

  1. Ibu mengerti tentang penyuluhan yang diberikan dan berjanji akan melaksanakan apa yang disuruh oleh bidan
  2. Rasa cemas ibu sedikit berkurang atas penjelasan yang diberikan
  3. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup/suasana yang tenang


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN



4.1  Kesimpulan
Dalam asuhan kebidananini untuk menetapkan kejadian hiperemesis gravidarum tidak sukar, dengan menentukan kehamilan, muntah berlebihan sampai menimbulkan gangguan kehidupan sehari-hari dan dehidrasi. Untuk itu penulis berhadapan langung dengan ibu hamil. Maka dengan mempelajari asuhan kebidanan pada ibu hamil patologis dengan hiperemesis gravidarum, penulis telah dapat:
1)     Mengidentifikasi dan mengantisipasi diagnosa serta masalah potensial yang terjadi 
2)     Mengevaluasi hasil asuhan yang diberikan bersama klien
3)     Membuat perencanaan tindakan
4)     Melaksanakan rencana tindakan
5)     Mengevaluasi hasil tindakan.
4.2  Saran
4.2.1  Bidan
Dituntut agar dapat mengantisipasi kemungkinan masalah yang dapat timbul pada saat kehamilan, sehingga bidan dapat melakukan asuhan kebidanan yang sesuai dengan masalah yang terjadi pada ibu hamil. Bidan juga harus mendokumentasikan segala tindakan dan perkembangan pada ibu hamil yang dirawatnya. Bidan juga harus bertindak sistematis komprehensif dan berkesinambungan demi tercapainya kesehatan ibu hamil yang optimal.

4.2.2    Bagi masyarakat
Diharapkan masyarakat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan/seminar yang diadakan di wilayah setempat sehingga dapat menambah informasi dan wawasan di bidang kesehatan.
4.2.3    Bagi ibu hamil

Hendaknya ibu hamil lebih tanggap dalam menghadapi kehamilannya dan diharapkan melakukan pemeriksaan ibu hamil (ANC) secara teratur, sehingga bila terjadi sesuatu terhadap kehamilannya, dapat segera diatasi dan akan lebih mudah mendapatkan perawatan yang intensif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar