Hyperemisis Gravidarum
1.1Latar Belakang
Kehamilan
merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada wanita di mana masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal
yaitu 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid
terakhir. Pengawasan antenatal memberikan manfaat bagi ibu hamil dan
ditemukannya berbagai masalah/kelainan yang menyertai kehamilan secara dini.
Berdasarkan penelitian WHO di selutuh duniat erdapat kematian sebesar 500.000 jiwa
pertahun saat hamil atau bersalin dan kematian bayi khususnya neonatal sebesar
10.000.000 jiwa pertahuan saat hamil atau bersalin jiwa per tahun. Di negara
berkembang antara 750-100 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian maternal
sebesar 99%. Tingginya AKI di id yaitu 390 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI,
1994) tertinggi di ASEAN dan penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah
perdarahan infeksi, eklamsi, partus lama dan komplikasi abortus.
Mengingat
pentingnya peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, tanggal 12 Oktober
2000 pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional kehamilan aman atau making
pregnancy safer (MPS) sebagai strategi pembangunan kesehatan masyarakat
menuju Indonesia sehat 2010 sebagai bagian dari program safe motherhood dalam
arti kata luas tujuan safe motherhood dan makin pregnancy safer sama,
yaitu melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi
beban kesakitan, kecacatan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan
persalinan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. MPS merupakan strategi sektor
kesehatan yang terfokus pada pendekatan perencanaan sistematis dan terpadu
dalam melaksanakan intervensi klinis dan pelayanan kesehatan.
Pembuatan
manajemen ini juga untuk menggunakan cakupan pelayanan antenatal, salah satu
upaya penurunan AKI adalah dengan melakukan pelayanan antenatal yaitu dengan
program AANC dengan periode 4 kali kunjungan. Jika upaya penerapan ANC ini
dilakukan secara teratur, secara otomatis penurunan AKI dapat diturunkan.
Penyuluhan kepada ibu hamil perlu dilakukan karena banyak ibu hamil yang tidak
mengerti arti pentingnya pemeriksaan kehamilan, terutama penyuluhan tentang
komplikasi sebagai akibat langsaung kehamilan yang merupakan hal yang
patologis, salah satunya “Hyperemesis Gravidarum”. Hal ini merupakan gejala
yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimeter I. Terjadinya pada
pagi hari tapi bisa juga timbul setiap saat dan malam hari, mual dan muntah
terjadi 6080% primigravida dan 40-60% multi gravida yang dapat berlangsung
selama 4 bulan.
Diharapkan
di Indonesia AKI menurun sebesar 75% pada tahun 2010 dari tahun 1990. di
Indonesia pada tahun 2010 nanti seperti disebutkan dalam kontes pembangunan
kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 yaitu visinya adalah kehamilan dan
persalinan di Indonesia berlangsung aman dapat terwujud dan standar pelayanan
dapat ditingkatkan serta dimiliki oleh setiap pelaksanaan pelayanan kesehatan.
1.2Rumusan Masalah
Bagaimana
pengetahuan penulis mengenai kehamilan dengan hiperemesis gravidarum sesuai
dengan materi yang didapat dibangku kuliah.
1.3Tujuan
1.3.1
Tujuan
Umum
Bagaimana
pengetahuan penulis mengenai asuhan kebidanan pada kehamilan dan seberapa besar
penyerapan materi yang didapat penulis dibangku kuliah.
1.3.2
Tujuan
khusus
1.
Mampu
menguraikan konsep dasar dan manajemen kebidanan pada kehamilan
2.
Mampu
mengidentifikasi masalah potensial dan diagnosa lain
3.
Mampu
mengevaluasi kebutuhan segera
4.
Mampu
membuat perencanaan tindakan
5.
Mampu
melaksanakan rencana tindakan
6.
Mampu
mengevaluasi hasil tindakan
BAB II
LANDASAN TEORI
Definisi
Hiperemesis Gravidarum adalah
keadaan dimana penderita mual dan muntah/tumpah yang berlebihan, lebih dari 10
kali dalam 24 jam atau setiap saat, sehingga mengganggu kesehatan dan pekerjaan
sehari-hari.
Mual (nause) dan muntah
(emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar yang sering kedapatan pada
kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula
timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6
minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih
10 minggu.
Perasaan mual ini disebabkan
oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum.
Etiologi
Penyebab
Hiperemesis Gravidarum belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang telah
ditemukan yaitu :
Faktor
presdisposisi yang sering dikemukakan adalah prininggravida, mola hidatidosa
dan kehamilan ganda.
Masuknya
vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic akibat hamil
serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan, ini merupakan
faktor organic.
Alergi
sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak.
Faktor
psikologi memegang peranan penting pada penyakit ini, rumah tangga retak,
kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan. Takut terhadap
tanggug jawab sebagai ibu.
Patologi
Hati
Pada hipermesis gravidarum
tanpa komplikasi hanya ditemukan degenerasi lemak tanpa nekronis, degenerasi
lemak tersebut terletak sentrilobuler.
Jantung
Jantung menjadi lebih kecil
dari pada biasanya dan beratnya atrofi, ini sejalan dengan lamanya penyakit.
Otak
Adakalanya terdapat bercak-bercak pendarahan pada otak dan
kelainan seperti pada ensefolopati wernicle dapat dijumpai.
Ginjal
Ginjal tampak pucat dan
generasi lemak dapat ditemukan pada tabuli konturti.
Gejala dan tanda
Hiperemesis Gravidarum,
menurut berat ringannya dapat dibagi kedalam 3 (tiga) tingkatan.
1.
Tingkat
I
Mual terus menerus yang
mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada,
berat badan menurun dan merasa nyeri pda epigastrium, nadi meningkat sekitar
100/menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidang
mengering dan mata cekung.
2.
Tingkat
II
Penderita tampak lebih lemah
dan apatis, turgor kulit lemah mengurang, lidah mengering dan nampak kotor,
nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikteris, berat
badan turun dan mata menjadi cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan
konstipasi. Aseton tercium dalam hawa pernafasan karena mempunyai aroma yang khas
dan dapat pula ditemukan dalam kencing.
3.
Tingkat
III
Keadaan umum lebih parah,
muntah keadaan umum lebih parah, muntah henti, kesadaran menurun dari somnolen
sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat tensi menurun, komplikasi
fatal terjadi pada susunan syaraf yang dikenal sebagai ensefalopati werniele,
dengan gejala : nistagmus, dipolpia dan perubahan mental, keadaan ini adalah
akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks, timbulnya
ikterus menunjukkan adanya payah hati.
Diagnosis
Diagnosis
Hiperemesis Gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan
muda dan muntah yang terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum.
Hiperemesis Gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan
yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, sehingga pengobatan perlu segera
diberikan.
Pengolahan
1.
Obat-obatan
Sedativa yang siring diberikan
adalah phenobarbital, vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6. Anti
histamika juga dianjurkan seperti dramamin, ovamin pada keadaan lebih kuat
diberikan antimetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin.
2.
Isolasi
Penderita disendirikan dalam
kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara baik. Cacat cairan yang
keluar dan masuk. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar
penderita. Sampai muntah berhenti dan penderita mau makan, tidak diberikan
makan/minum selama 24 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan
berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
3.
Terapi
Psikologik
Perlu diyakinkan kepada
penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena
kehamilan, kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik yang
kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
4.
Cairan
Parenteral
Berikan cairan parental yang
cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter
sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin B
kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula
asam amino secara intravena.
5.
Penghentian
kehamilan
Bila keadaan memburuk
dilakukan pemeriksaan medik dan psikiatrik, manifestasi komplikasi organis
adalah delirium, kebutuhan, takikardi, ikterus, anuria dan perdarahan dalam
keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan keadaan yang
memerlukan pertimbangan gugur kandung diantaranya :
a.
Gangguan
kejiwaan
-
Delirium
-
Apatis,
somnolen sampai koma
-
Terjadi
gangguan jiwa ensepalopati wernicle
b.
Gangguan
penglihatan
-
Pendarahan
retina
-
Kemunduran
penglihatan
c.
Gangguan
faal
-
Hati
dalam bentuk ikterus
-
Ginjal
dalam bentuk anuria
-
Jantung
dan pembuluh darah terjadi nadi meningkat
-
Tekanan
darah menurun
PRAGNOSA DAN SIKAP BIDAN PADA
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Sebagian besar emesis gravidarum dapat diatasi
dengan berobat jalan sehingga sangat sedikit memerlukan pengobatan rumah sakit.
Pengobatan penderita hiperemesis gravidarum yang dirawat di rumah sakit, hampir
seluruhnya dapat dipulangkan dengan memuaskan, sehingga kehamilannya dapat
diteruskan. Bidan
di desa dengan polidensinya dapat merawat wanita hamil dengan hiperemesis
gravidarum. Dalam perawatan perlu dilakukan konsultasi dengan dokter.
BAB
III
ASUHAN
KEBIDANAN PADA KEHAMILAN PATOLOGIS DENGAN HYPEREMISIS GRAVIDARUM TERHADAP Ny. I
DI RSUD A YANI METRO
TAHUN 2011
Tanggal : 8 November 2011 Pukul : 06.00 WIB
A.
PENGKAJIAN
I.
Identitas
Nama : Ny. L Nama : Tn. R
Umur : 23
tahun Umur : 26 tahun
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa :
Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama
: Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan
: DII
Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan :
Wiraswasta
Alamat : 15 A Metro
II.
Anamnese
(Data Subyektif)
Pada tanggal : 08 November
2011 Pukul : 06.00 WIB
Oleh : Okta
1. Alasan
kunjungan saat ini
Ibu
datang mengatakan mual muntah sejak 2 hari yang lalu
2. Riwayat
kehamilan ini :
2.1 Riwayat
menstruasi
Hari
pertama haid terakhir tanggal, 14-09-2011 lamanya 7 hari, banyaknya 2 x
ganti pembalut
Haid sebelumnya taratur, lamanya 7 hari, banyaknya 2 x ganti pembalut
siklus 28 hari, teratur, konsistensi cair. Taksiran partus 21 Juni
2012
2.2 Tanda-tanda
kehamilan
Hasil tes kehamilan dilakukan tanggal 16 –10-2011hasil (+)
2.3 Pergerakan
fetus diarakan pertama kali belum merasakan pergerakan fetus dalam 24 jam
terakhi tidak ada.
2.4 Keluhan
yang dirasakan :
-
Rasa lelah ada, ibu merasa lelah karena mual, muntah ± 10 sehari.
-
Mual dan muntah yang lama ada ibu mengatan muntah dan
mual yang lama
-
Nyeri perut ada, ibu merasakan nyeri di daerah epi
gastrium
-
Panas, menggigil tidak panas, tidak menggigil
-
Penglihatan tidak kabur
-
Rasa nyeri/panas waktu BAK tidak ada
-
Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya tidak
dirasakan
-
Pengeluaran cairan pervaginam tidak ada
-
Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai tidak ada
-
Oedema tidak ada
2.5 Diet /
makan
Makan sehari-hari; 3 x/hari dengan nasi sayur, dan
lauk pauk, juga minum susu.
Perubahan makan yang dialami: ibu tidak nafsu makan
dan muntah terus menerus.
2.6 Pola
Eliminasi
BAK: 3 x/hari, warna kekuningan, tidak berbau, jumlah ± 400 cc/hari
BAB: 1 x/hari, warna kekuningan, konsistensi lembek.
2.7 Aktifitas
sehari-hari
Pola istirahat dan
tidur : tidur siang 2 jam, tidur malam 1 jam. Seksualitas dilakukannya 1 x
seminggu, ibu melakukan pekerjaan seperti biasa.
2.8 Imunisasi
TT
TT lengkap
2.9 Kontrasepsi
yang pernah digunakan
Belum pernah menggunakan kontrasepsi
3. Riwayat
kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu :
|
No
|
Tgl/th Persalinan
|
Tempat
Pertolongan
|
Usia Kehamilan
|
Jenis Persalinan
|
Penolong
|
Penyulit
|
Anak
|
|||
|
L/P
|
BB
|
TB
|
Keadaan
|
|||||||
|
|
|
Hamil
|
Ini
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Riwayat
kesehatan
4.1 Riwayat
penyakit yang pernah atau sedang diderita.
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, tekanan darah
tinggi, hepar, diabetes mellitus, anemia berat, penyakit hubungan seksual
HIV/AIDS, campak, tuberkulosis, gangguan mental, operasi dan lain-lain.
4.2 Perilaku
kesehatan
¨ Penggunaan
alcohol/obat-obatan sejenisnya
Ibu tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan
sejenisnya
¨ Merokok,
makan sirih
Tidak pernah merokok, makan sirih
¨
Irigasi vagina/ganti pakaian dalam
Ganti pakaian dalam 2 x/hari pagi dan sore setelah
mandi
5. Riwayat
sosial
5.1 Apakah
kehamilan ini direncanakan
Ibu mengatakan kehamilannya saat ini direncanakan dan
diinginkan.
5.2 Jenis
kelamin yang diharapkan laki-laki dan perempuan sama saja
5.3 Status perkawinan : menikah,
Jumlah : 1 kali, Lamanya perkawinan : 1 tahun
5.4 Susunan
keluarga yang tinggal di rumah : ayah, ibu dan suami
5.5 Kepercayaan
yang berhubungan dengan, persalinan, kehamilan dan nifas : tidak ada
6. Tempat
dan petugas kesehatan yang diinginkan untuk membantu persalinan di : Ibu
mengatakan ingin melahirkan di bidan
7. Riwayat
kesehatan keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit
keturunan.
8. Psychologi : ibu
merasa cemas
III. Pemeriksaan
1. Keadaan
umum : baik, Kesadaran : composmentis, keadaan emosional : cemas.
2. Ukuran
lingkar lengan atas : 23,5 cm
3. Tanda
vital :
-
TD :
90/70 mmHg
-
Suhu tubuh :
37 oC
-
Denyut nadi :
100 x/mnt
-
Pernafasan :
20 x/mnt
-
BB :
52 kg
4. Tinggi
badan : 157 cm, kenaikan selama hamil 1 kg
5. Pemeriksaan
fisik
5.1 Muka Kelopak mata : Tidak ada oedema
Konjungtiva : tidak pucat
Sklera : an ikterik
5.2 Mulut
dan gigi : Lidah dan geraham : Bersih tidak
ada stomatitis
Gigi :
tidak berlubang
5.3 Kelenjar
tyroid : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
5.4 Kelenjar
getah bening : tidak ada pembesaran
5.5 Dada
Jantung : Tidak
terdengar mur-mur
Paru-paru : Tidak ada ronchi dan wheezing
Payudara : Pembesaran :
ada pembesaran
Putting
susu : menonjol
Simetris : simetris kanan dan kiri
Pengeluaran
: belum ada pengeluaran
Rasa
nyeri : tidak ada
Lain-lain : tidak ada
5.6 Abdomen
a. Bekas
operasi : tidak ada
b. Pemeriksaan
leopold : tidak dilakukan
c. TFU : 3 jari atas symphisis
5.7 Punggung
dan pinggang
Posisi tulang belakang : lurus, tidak berlubang, tidak nyeri
Pinggang nyeri :
tidak nyeri
5.8 Extermitas
atas dan bawah :
-
Oedema :
tidak ada oedema di muka, tangan, kaki
-
Pucat pada kuku jari :
tidak ada
-
Varices :
tidak ada
-
Reflek patella :
positif (+)
IV. Laboratorium
1.
Protein
: tidak dilakukan
2.
Reduksi
: tidak dilakukan
3.
Hb : 11,5 gr%
V.
Pendidikan
Kesehatan
Ibu mengatakan belum pernah mendapat
pendidikan kesehatan
B. IDENTIFIKASI
MASALAH, DIAGNOSA DAN KEBUTUHAN
- Diagnosa
Ibu G1 P0 A0 hamil 9 minggu, janin
hidup dengan hiperemesis gravidarum
Dasar : - HPHT 14-09-2011
- Mual dan muntah ± 10 kali sehari
-
Nyeri perut pada daerah epigastrium
-
Tekanan darah 90/70 mmHg
-
Denyut nadi 100 x/menit
-
Tidak nafsu makan
-
Keadaan umum ibu lemah
- Masalah
¨ Gangguan
pemenuhan kebutuhan nutrisi
Dasar : - Ibu muntah terus menerus
- Ibu
tidak ada nafsu makan
¨ Cemas
Dasar : - Ibu mengatakan cemas menghadapi kehamilannya
- Ibu
takut terjadi sesuatu pada bayinya
- Kebutuhan
Penyuluh gizi ibu
hamil dengan hiperemisi gravidarum
Dasar : - Ibu mual muntah lebih dari 10 x sehari
Ibu butuh support dan dukungan dari bidan dan keluarga
Dasar : - Ibu merasa cemas dengan kehamilannya karena
ini adalah kehamilannya yang pertama.
C.
IDENTITAS
MASALAH POTENSI ATAU DIAGNOSA LAIN
Hiperemesis gravidarum tingkat I
D.
EVALUASI
KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter
E.
PERENCANAAN
TINDAKAN
- Berikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi bumil
dengan hiperemesis gravidarum
Rasional : Agar gizi ibu hamil dapat terpenuhi
- Anjurkan ibu makan sedikit tapi sering dan
menghindari makanan yang merangsang mual
Rasional : untuk menambah tenaga ibu dan mencegah muntah
- Berikan ibu vitamin dan obat anti mual
Rasional : untuk mengurangi mual dan nyeri epigastrium
- Anjurkan ibu untuk cukup istirahat
Rasional : supaya kondisi fisiknya tidak terlalu lelah dan lemah
- Beri suport dan dukungan pada ibu
Rasional : agar ibu lebih tenang menghadapi kehamilannya.
F. PELAKSANAAN
Tanggal, 08 November 2011
- Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang gizi
bumil dengan hiperemesis gravidarum
- Menganjurkan ibu makan sedikit tapi sering dan
menghindari makanan yang merangsang mual
- Memberikan ibu vitamin dan obat anti mual
- Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
- Memberi suport dan dukungan pada ibu
G.
EVALUASI
- Ibu mengerti
tentang penyuluhan yang diberikan dan berjanji akan melaksanakan apa yang
disuruh oleh bidan
- Rasa cemas ibu sedikit berkurang atas penjelasan
yang diberikan
- Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup/suasana
yang tenang
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Dalam
asuhan kebidananini untuk menetapkan kejadian hiperemesis gravidarum tidak
sukar, dengan menentukan kehamilan, muntah berlebihan sampai menimbulkan
gangguan kehidupan sehari-hari dan dehidrasi. Untuk itu penulis berhadapan langung
dengan ibu hamil. Maka dengan mempelajari asuhan kebidanan pada ibu hamil
patologis dengan hiperemesis gravidarum, penulis telah dapat:
1)
Mengidentifikasi
dan mengantisipasi diagnosa serta masalah potensial yang terjadi
2)
Mengevaluasi
hasil asuhan yang diberikan bersama klien
3)
Membuat
perencanaan tindakan
4)
Melaksanakan
rencana tindakan
5)
Mengevaluasi
hasil tindakan.
4.2 Saran
4.2.1 Bidan
Dituntut
agar dapat mengantisipasi kemungkinan masalah yang dapat timbul pada saat
kehamilan, sehingga bidan dapat melakukan asuhan kebidanan yang sesuai dengan
masalah yang terjadi pada ibu hamil. Bidan juga harus mendokumentasikan segala
tindakan dan perkembangan pada ibu hamil yang dirawatnya. Bidan juga harus
bertindak sistematis komprehensif dan berkesinambungan demi tercapainya
kesehatan ibu hamil yang optimal.
4.2.2 Bagi
masyarakat
Diharapkan masyarakat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan
seperti penyuluhan/seminar yang diadakan di wilayah setempat sehingga dapat
menambah informasi dan wawasan di bidang kesehatan.
4.2.3 Bagi
ibu hamil
Hendaknya ibu hamil lebih tanggap
dalam menghadapi kehamilannya dan diharapkan melakukan pemeriksaan ibu hamil
(ANC) secara teratur, sehingga bila terjadi sesuatu terhadap kehamilannya,
dapat segera diatasi dan akan lebih mudah mendapatkan perawatan yang intensif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar