Total Tayangan Halaman

Sabtu, 30 November 2013

Servisitis


LATAR BELAKANG


Serviks adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genetalia internal, dalam hubungan ini seorang nulipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sehingga lebih rentang terjadinya infeksi oleh berbagai kuman-kuman yang masuk dari luar ataupun oleh kuman endogen itu sendiri. Jika seviks sudah infeksi maka akan mempermudah pula terjadinya infeksi pada alat genetalia yang lebih tinggi lagi seperti uterus, tuba atau bahkan sampai ke ovarium dan karena itu fungsi genetalia sebagai alat reproduksi bisa terganggu/bahkan tidak bisa difungsikan.

Begitu juga adnexsitis, yaitu pandangan pada tuba dan ovarium secara bersama. Dimana jika itu terjadi ovarium untuk menghasilkan sel telur sebagai saluran untuk lewatnya sel telur bisa terganggu sehingga fungsi wanita untuk melanjutkan keturunan pun bisa terganggu.

PEMBAHASAN

A. Servisitis
Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genetalia internal, dalam hubungan ini seorang multipara dalam keadaan normal kanalis sevikalis bebas kuman. Pada multipara denga ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka bebas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uter internum.
Pada beberapa penyakit kelamin, seperti gonorbe, sifilis, ulkus mole, dan granuloma ingunale serta pada tuberkulosis dapat ditemukan radang seviks.

1. Definisi

Serviks adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. Karena epited selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel selindris, sehingga lebih mudah terinfeksi dibanding selaput lendir vagina. (Gynekologi. FK UNPAD, 1998).

2. Etiologi

Servisitis di sebabkan oleh kuman-kuman seperti : trikomas vaginalis, kandrada dan mikoplasma atau mikroorganisme aerob dan anaerob endogen vagina seperti streptococcus, e. coli, dan stapilococus. Kuman-kuman ini menyebabkan deskuamasi pada epitel gepeng dan perubahan inflamasi komik dalam jaringan serviks yang mengalami trauma.


Dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion, alat-alat atau alat kontrasepsi, tindakan intrauterine seperti diatas , dan lain-lain.

3. Gejala Klinis

 Flour hebat, biasanya kental atau perullent dan biasanya berbau.
 Sering menimbulkan arusio (erythroplaki) pada portio.
 Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat melihat flour yang purulent
keluar dari kanalis servikalis. Kalau partio normal tidak ada ectropion, maka harus diingat kemungkinan gonorrae.
 Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vilvitis.
 Pada servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah karena infeksi. Bintik-bintik ini disebabkan oleh ovulanobethi dan akibat retensi kelenjar-kelenjar serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan.
 Gejala-gejala non spesifik seperti dipareuni, nyeri punggung kemih.
 Perdarahan saat melakukan hubungan seks.


4. Klasifikasi

a. Servisitis Akuta

Infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorroe. Infeksi potobaartum, postpartum, yang disebabkan oleh streptococcus, sthapilococus, dan lain-lain. Dalam hal ini streptococcus merah bengkak dan mengeluarkan cairan mukopuralent, akan tetapi gejala-gejala pada servik baisanya tidak berapa tampak setengah-setengah gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan diberikan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau dapat menjadi kronika.

b. Servisitis Kronika

Penyakit ini dijumpai pada sebagian wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar pada servik karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks serta kelenjar-kelenjar infeksi menahun.
Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :

1. Serviks kelihatannya normal, hanya pada pemeriksaan mikrokopis ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Servisitis ini meniumbulkan gejala, kecuali pengeluaran secret yang agak putih-kuning.

2. Disini ada partio uteri disekitar ostium uteri eksterum, tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epikel porsio di sekitarnya, secret yang dikeluarkan terdiri atas mucus bercampur nanah.

3. Sobeknya pada serviks uteri disini lebih luas dan mokosa endoserviks lebih kelihatan dari luar (ekstropion). Kukosa dalam keadaan demikian mudah terkena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, servik bisa menjadi hipertopis dan mengeras, secret mukopurulent bertambah banyak.


5. Pemeriksaan Khusus

1. Pemeriksaan dengan speculum.

2. Sediaan hapus untuk biakan dan tes kepekaan.

3. Pap smear.

4. Biakan damedia.

5. Biopsy.


Pemeriksaan dengan speculum dimana vagina dibuka untuk dapat melihat lebih jelas servik, kemudian ambil sedikit lendir atau cairan yang ada pada mulut servik, taruk kedalam hapus karena media hapus berfungsi untuk menaruk cairan servik yang akan diperiksa/dibiakkan. Papsmeat pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya serviksitis, contoh pemeriksaan lab atau biopsy untuk dapat mengetahui lebih pasti.

6. Penatalaksanaan

1. Antibiotikan terutama kalau dapat ditemukan genecoccus dalam secret.

2. Kalau servisitis tidak spesifik dapat diobati dengan rendaman dalam A9NO3 10% dan irigasi.

3. Servisitis yang tidak mau sembuh dari tolong operatif dengan melakukan konisasi, kalau sebabnya ekstropion dapat dilakukan lastik atau amputasi.

4. Erosion dapat disembuhkan dengan obat keras seperti, A9NO3 10% atau albothyl yang menyebabkan nekrose epitel silindris dengan harapan bahwa kemudian dari ganti dengan epitel gepeng berlapis banyak.

5. Servisitis kronika pengobatannya lebih baik dilakukan dengan jalan kauterisasi radral dengan termokauter atau dengan krioterapi.



7. Terapi

* Antibiotika terutama kalau dapat ditemukan genecoccus dalam secret.

* Kalau serviks tidak spesifik dapat diobati dalam argentetas netrta menyebabkan dengan epitel slindris, dengan harapan bahwa kamudian diganti dan epitel gepeng berlapis banyak.

* Kauterisasi-radikal dengan termokauter, atau dengan krioterapi. Sesudah kauterisasi terjadi nekrosis. Jaringan yang meradang terlepas dalam kira-kira 2 minggu dan diganti tambahan oleh jaringan menahun mencapai endoserviks jauh kedalam kanalis crevikalis. Perlu dilakukan konisasi dengan menganggkat sebagian besar mukosa endocerviks. Jika sobekan dan infeksi sangat luas, maka dilakukan amputasi serviks.

DAFTAR PUSTAKA

- David Ovedoff. 1995. Kapita Kedokteran. Jakarta : Bina Pura Pustaka

- Manuaba. 1998. Ilmu Kedokteran. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

- http://www.askep-askeb-kita.blogspot.com/


 ENDOMETRITIS




1.     Pengertian
Endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium, lapisan sebelah dalam pada dinding rahim, yang terjadi akibat infeksi. Terdapat berbagai tipe endometritis, yaitu endometritis post partum (radang dinding rahim sesudah melahirkan), endometritis sinsitial (peradangan dinding rahim akibat tumor jinak disertai sel sintitial dan trofoblast yang banyak), serta endometritis tuberkulosa (peradangan pada dinding rahim endometrium dan saluran Falopi, biasanya akibat Mycobacterium tuberculosis).

2.      Faktor Penyebab
Mikroorganisme yang menyebabkan endometritis diantaranya Campylobacter foetus, Brucella sp., Vibrio sp. dan Trichomonas foetus. Endometritis juga dapat diakibatkan oleh bakteri oportunistik spesifik seperti Corynebacterium pyogenes, Eschericia coli dan Fusobacterium necrophorum. Organisme penyebab biasanya mencapai vagina pada saat perkawinan, kelahiran, sesudah melahirkan atau melalui sirkulasi darah.Endometritis dapat juga terjadi karena kelanjutan dari kelahiran yang tidak normal, seperti abortus, retensi sekundinarum, kelahiran premature, kelahiran kembar, kelahiran yang sukar (distocia), perlukaan yang disebabkan oleh alat-alat yang dipergunakan untuk pertolongan pada kelahiran yang sukar.

3.     Gejala Klinis
·        Berupa adanya leleran vaginal berwarna putih/putih kekuningan yang akan meningkat pada saat estrus yaitu saat cerviks berdilatasi dan ada mucus vagina yang berlebihan. Leleran tersebut biasa disebut “leucorrhoea” yang berarti secret yang putih dan kental dari vagina dan rongga uterus.
·         Terdapat tanda-tanda penyakit sistemik yang pada beberapa kasus menyebabkan penurunan produksi susu dan nafsu makan.
·          Pada palpasi per rectal ditemukan adanya involusi uterus yang terasa seperti adonan (doughy feel).
·         Dalam jangka pendek akan mengurangi fertilitas dan akan memperpanjang calving interval serta menurunkan angka service per conception (S/C).
·        Sedangkan dalam jangka panjang akan menyebabkan sterilitas yang dapat menimbulkan perubahan pada traktus genitalis yang bersifat irreversible.

4.     Penanganan Endometritis
·         Antibiotik lokal atau sistemik
Oksitetrasiklin 500-1500 mg dengan pemakaian maksimal 3-6 gr (Intra Uterine)
Neomisin 500-1000 mg.
·         Prostaglandin atau estradiol.
·          Dengan terapi microwave dengan intensitas yang rendah


5.     Penatalaksanaan

 Antibiotika ditambah drainase yang memadai merupakan pojok sasaran terpi. Evaluasi klinis daan organisme yang terlihat pada pewarnaan gram, seperti juga pengetahuan bakteri yangdiisolasi dari infeksi serupa sebelumnya, memberikan petunjuk untuk terapi antibiotik.- Cairan intravena dan elektrolit merupakan terapi pengganti untuk dehidrasi ditambahterapi pemeliharaan untuk pasien-pasien yang tidak mampu mentoleransi makanan lewat mulut.Secepat mungkin pasien diberikan diit per oral untuk memberikan nutrisi yang memadai.- Pengganti darah dapat diindikasikan untuk anemia berat dengan post abortus atau post partum.- Tirah baring dan analgesia merupakan terapi pendukung yang banyak manfaatnya.- Tindakan bedah: endometritis post partum sering disertai dengan jaringan plasenta yangtertahan atau obstruksi serviks. Drainase lokia yang memadai sangat penting. Jaringan plasentayang tertinggal dikeluarkan dengan kuretase perlahan-lahan dan hati-hati. Histerektomi dansalpingo ± oofaringektomi bilateral mungkin ditemukan bila klostridia teah meluas melampauiendometrium dan ditemukan bukti adanya sepsis sistemik klostridia (syok, hemolisis, gagalginjal).
Endometriosis
Teori endometriosis jaringan endometrium di temukan di luar kavum uteri dan di luar endometrium .Menurut urutan yang tersering edometrium di temukan di tempat tempat sebagai berikut :
1.ovarium
2. peritonium dan ligamentum sakrouterium,kavum douglasina,dinding belakang uterus,tuba falopi,plikavesikouterina,ligamentum rotondum dan sigmoid.
3. septum rektovaginal
4. kanalis inguinalis
5. apendiks
6. umbilikalus
7. serviks uteri,vagina,kandung kencing, vulva,perinium.
8. parut laratomi
9. kelenjar limfe,dan walaupun jarang,endometriosis dapat di temukan  di
10. lengan,paha,pleura dan perikardium.


Gambaran klinik
Gejala gejala yang sering di temukan pada penyakit ini adalah nyeri perut bawah  yang progesif dan dekat paha yang terjadi pada dan selama haid (dismenorea),dispareunia,nyeri waktu pada defekasi khususnya pada waktu haid,poli- dan hiupakan gejala amenora,infertilitas.
Dismenora pada endometriosis biasa nya merupakan rasa nyeri pada waktu haid yang semakin lama semakin menghebat . dispareunia yang merupakan gejala yang paling sering di jumpai di sebabkan oleh karena ada nya endometriosis di kavum douglasi. Defekasi yang sukar dan sakit terutama pada waktu haid di sebabkan karena adanya endometriosis pada dinding rektosigmoid. Endometriosis kandung kencing jarang terdapat,gejala gejala nya adalah gangguan miksi dan hematuria pada waktu haid. Gangguan haid dan siklusnya dapat terjadi pada endometriosis apabila kelainan pada ovarium demekian luasnya sehingga fungsi ovarium terganggu. Ada kolerasi yang nyata antara endometriosis dan infertilitas. Tiga puluh sampai empat puluh persen wanita dengan endometriosis mengalami infertilitas. Pada pemeriksaan ginekologi,khusus nya vagino rekto abdominal, di temukan pada endometriosis ringan benda benda padat sebesar butir beras sampai butir jagung di kavum douglasi dan pada ligamentum sakrouterium dengan uterus dalam retrofleksi dan terfiksasi. Ovarium mula mula dapat di raba sebagai tumor kecil,tetapi dapat membesar sampai sebesar tinju.  Tumor ovarium sering kali terdapat bilateral dan sukar di gerakan.
Penanganan
Penanganan endometriosis terdiri atas pencegahan,pengawasan, terapi hormonal, pembedahan, dan radiasi.
Pencegahan
Meigs berpendapat bahwa kehamilan adalah cara pencegahan yang paling baik untuk endometriosis. Oleh karena itu hendaknya perkawinan jangan ditunda terlalu lama, dan sesudah perkawinan hendaknya diusahakan supaya mendapat anak-anak yang diinginkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. selain itu jangan melakukan pemeriksaan kasar atau melakukan kerokan pada waktu haid, oleh karena hal itu dapat menyebabkan mengalirnya darah haid dari dari uterus ke tuba dan rongga panggul.
Observasi dan pemberian analgetika
Pengobatan ekspektatif ini akan berguna bagi wanita- wanita dengan gejala dan kelainan fisik yang ringan. Pada wanita yang sudah agak berumur, pengawasan itu bisa dilanjutkan sampai menopause, karena sesudah itu gejala-gejala endometriosis hilang sendiri.  Dalam masa observasi ini dapat diberi pengobatan paliatif berupa pemberian analgetika untuk mengurangi ras nyeri.
Pengobatan hormonal
Prinsip pertama pengobatan hormonal endometriosis adalah menciptakan lingkungan hormon rendah estrogen dan asiklik. Kadar estrogen yang rendah menyebabkan atrofi jaringan endometriosis. Keadaan yang asiklik mencegah terjadinya haid, yang berarti tidak terjadi pelepasan jaringan endometrium yang normal maupun jaringan endometriosis.
Prinsip kedua adalah menciptakan lingkungan hormon tinggi androgen atau tinngi progesteron(progesteron sintetik) yang secara langsung menyebabkan atrofi jaringan endometriosis.
Androgen
Preparat yang digunakan adalah metiltestosteron sublingual dengan dosis 5-10 mg per hari. Biasanya diberikan 10 mg per hari pada bulan pertama dilanjutkan dengan 5 mg per hari selama 2-3 bulan berikutnya.
Keberatan penggunaan androgen adalah:
1.       Timbulnya efek samping maskulinisasi  terutama pada dosis melebihi 300 mg per bulan atau terapi jangka panjang.
2.        Masih mungkin terjadi ovulasi atau kehamilan selama terapi dosis 5mg per hari. Bila terjadi kehamilan segera dihentikan karena androgen dapat menimbulkan cacat bawaan pada janin.

Estrogen-progesteron
Penggunaan kombinasi ini dikenal dengan pseudopregnancy dengan menggunakan pil kontrasepsi merk enovoid yang mengandung 0,15 mg mestrasol dan 10 mg noretinodrel.
Beberapa jenis kontrasepsi oral dalam pengobatan endometriosis
no
Nama dagang
estrogen
Progesteron
1
Noriday,kimia farma
0,05 mg mestanol
1 mg noretisteron
2
Microgyon 30 nordette
0,03 mg etinil astradiol
0,015 norgestrel
3
Marvelon
0,03 mg etinil estradiol
0,015 desogestrel
4
Eugynon
0,05 mg etinil estradiol
0,05 norgestrel





Dilaporkan bahwa dengan terapi pseudopregnancy,30 % penderita menyatakan keluhannya berkurang dan hanya 18% yang secara objektif mengalami kesembuhan, 41% penderita tidak menyelesaikan terapinya karena mengalami efek samping seperti , misalnya mual, muntah, dan perdarahan.
PROGESTERON
Dosis yang diberikan adalah medroksiprogesteron asetat 30-50 mg/hari. Pemberian parentral dapat menggunakan medroksi progesteron asetat 150 mg setiap 3 bulan sampai 150 mg tiap bulan. Penghentian terapi parenteral dapat diikuti dengan anovulasi selama 6-12 bulan sehingga tidak menguntungkan bagi yang ingin segera punya anak.



DANAZOL
Danazol adalah turunan isoksazol dari 17 alfa etinil testosteron. Dosis yang di anjurkan untuk endometrosis ringan atau sedang adalah 400mg/ hari sedangkan untuk endometriosis berat dapat di berikan sampai dengan 800mg/ hari. Lama pemberian minimal 6 bulan,dapat pula di berikan selama 12 minggu sebelum terapi pembedahan konserfatif. Pemakai danazol mengalami efek samping yang berupa akne hirsutisme,kulit berminyak,perubahan suara,pertambahan berat badan,dan edema. Kehamilan dan menyusui merupakan kontra indikasi absolut pemakaian danazol. Danazol dapat mengurangi ukuran endometrioma.

PENGOBATAN DENGAN PEMBEDAHAN
Pengobatan dengan konservatif ini didasarkan atas fakta fakta sebagai berikut:
1.       Endometriosis umumnya menjalar lambat dan memerlukan waktu bertahun tahun
2.       Endometriosis bukan lah penyakit ganas dan jarang sekali menjadi ganas.
3.       Endometriosis mengalami regresi pada waktu menapause


Umum nya pada terapi pembedahan yang konservatif sarang sarang endometriosis di angkat dengan meninggalkan uterus dan jaringan ovarium yang sehat dan perlekatan sedapat dapat nya di lepaskan . pada kista coklat ovarium pada umumnya hendaknya jangan seluruh ovarium di angkat tetapi di tinggalkan bagian dari ovarium yang kira nya masih sehat. Pada oprasi konservatif perlu pula dilakukan suspensi uterus dan pengangkatan kelainan patologi pelvis. Hasil pembedahan untuk infertilitas sangat bergantung pada tingkat endometriosis,maka pada penderita yang berat oprasi untuk keperluan infertilitas tidak dianjurkan. Pembedahan konservatif ini dilakukan dengan 2 pendekatan yaitu laparotomi atau laparastomi opratif.
Keuntungan dari laparoskopi operatif adalah lama tinggal di rumah sakit lebih pendek ,kembali nya aktifitas kerja lebih cepat,ongkos perawatan lebih murah. Pembedahan radikal di lakukan pada wanita dengan endometriosis yang umurnya hampir 40th atau lebih dan yang menderita penyakit yang luas yang disertai dengan banyak keluhan. Operasi yang paling radikat adalah histeroktomi total,salpingo-ooforektomi bilateral,dan pengangkatan semua sarang sarang endometriosis. Akan tetapi pada wanita kurang dari 40th dapat di pertimbangkan untuk meninggalkan sebagian dari jaringan ovarium yang sehat. Hal ini mencegah jangan sampai terlalu cepat timbul gejala pra menapause dan menapause juga mengurangi timbulnya oestioporosis.

PENGOBATAN DENGAN RADIASI
Pengobatan ini bertujuan menghentikan fungsi ovarium tidak di lakukan lagi kecuali jika ada kontra indikasi terhadap pembedahan.




























MYOMETRITIS

DEFINISI
Infkesi uterus setelah persalinan merupakan lanjutan dari endometritis yang telah mendapat penanganan yang tepat.
(Endometriti Infeksi yang terjadi karena kuman dan sering terjadi post partum)


MACAM MYOMETRITIS
a. Myometritis Akuta
Terjadi pada abortus septic atau infkesi post partum, disebabkan karena endometrium yang meradang.
Gejala : Menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang, juga dapat meluas melalui jalan limfe atau from boflebitif, kadang-kadang menyebabkan abses.

b. Myometritis Kronika
 Pada umumnya seorang multipara terjadi pembesaran uterus, hal ini disebabkan oleh penambahan jaringan ikat.
Gejala : Menometroraga dari uterus lebih besar dari biasanya, sakit pinggang, leukore.


TANDA DAN PENYEBAB
 1. Demam menggigil
 2. Nyeri perut bawah
3. Lokea berbau nanah
4. Uterus nyeri tekan
5. Perdarahan pervaginam
6. Syok

PENYEBAB
Kuman dan bakteri




DAMPAK MYOMETRITIS YANG TIDAK MENDAPATKAN PENANGANAN YANG TERLAMBAT

1. Abses pelvis
2. Peritonitis
3. Syok septic
4. Thrombosis vena yang dalam
5. Infeksi pelvic menahun
6. Dispareunia
7. Penyumbatan tuba
8. Infertilitas



PENANGANAN YANG DIBERIKAN

a. Bidan :
1. Konseling pada penderita
2. Memberikan obat anti nyeri
3. Melakukan rujukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat

b. Dokter :
1. Segera tranfusi jika ada perdarahan
2. Berikan antibiotika kombinasi sampai ibu bebas panas selama 48 jam.
3. Ampisilin 2 g I.V setiap 6 jam
4. Metronidasol 500 mg I.V setiap 8 jam
5. Jika di duga ada sisa plasenta lakukan eksplorasi digital dan keluarkan bekuan serta sisa koteledon
Guankan fenceps ovum atau kuret besar bila perlu






















Parametritis
Parametritis adalah infeksi pada parametrium. Parametrium adalah jaringan renggang yang ditemukan di sekitar uterus. Jaringan ini memanjang sampai ke sisi-sisi serviks dan ke pertengahan lapisan-lapisan ligamen besar. Parametritis  dapat terjadi beberapa jalan :
Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.
Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai ke dasar ligamentum.
Penyebaran sekunder dari tromboflebitis. Proses ini dapat tinggal terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal ke semua jurusan. Jika menjalar ke atas, dapat diraba pada dinding perut sebelah lateral di atas ligamentum inguinalis, atau pada fossa iliaka.
Parametritis ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari seminggu disertai rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan parametritis. Pada perkembangan proses peradangan lebih lanjut gejala-gejala parametritis menjadi lebih jelas. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas ke berbagai jurusan. Di tengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Dalam hal ini, suhu yang mula-mula tinggi secara menetap menjadi naik turun disertai dengan menggigil. Penderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri. Dalam ⅔ kasus tidak terjadi pembentukan abses, dan suhu menurun dalam beberapa minggu. Tumor di sebelah uterus mengecil sedikit demi sedikit, dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku. Jika terjadi abses selalu mencari jalan ke rongga perut yuang menyebabkan peritonitis, ke rectum atau ke kandung kencing.
Tanda dan gejala parametritis :
·         Suhu tinggi dengan demam tinggi
·         Nyeri unilateral tanpa gejala rangsangan peritoneum, seperti muntah
·         nyeri atau nyeri tekan pada salah satu atau kedua sisi abdomen
·         nyeri tekan yang cukup terasa ketika pemeriksaan vagina.

Penyebab :
Parametritis dapat terjadi:
1). Dari endometritis dengan 3 cara :
• Per continuitatum : endometritis → metritis → parametitis
• Lymphogen
• Haematogen : phlebitis → periphlebitis → parametritis
2). Dari robekan serviks
3). Perforasi uterus oleh alat-alat ( sonde, kuret, IUD )
Terapi :
Antibiotika-resorptif. Mulai dengan antibiotik seperti benzilpenisilin ditambah gentamisin dan metronidazol. Jika perlu, berikan obat pereda nyeri seperti pethidine
50-100 mg 1M setiap 6jam.

Jika ibu tidak membaik dalam 2 atau 3 hari, ibu harus segera di bawa ke rumah sakit daerah

Sumber



Tidak ada komentar:

Posting Komentar