FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PELAYANAN KESEHATAN
DAN KEBIDANAN
Mutu Pelayanan Kesehatan
Pelayanan bermutu atau berkualitas
sering dikaitkan dengan biaya. Rosemary E. Cross mengatakan bahwa secara umum
pemikiran tentang kualitas sering dihubungkan dengan kelayakan, kemewahan,
kecantikan, nilai uang, kebebasan dari rasa sakitdan ketidaknyamanan, usia
harapan hidup yang panjang, rasa hormat, kebaikan. (http://Midwiferysite.com ,
2010;1)
Pelayanan kesehatan adalah Setiap upaya
yang di selenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit
serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
(Laksono Trisantoro, 2005: 2 )
A.
Pengertian
Mutu Pelayanan Kebidanan
Mutu pelayanan kebidanan adalah
tingkat kesempurnaan dan standar yang telah di tetapkan dalam memberikan
pelayanan kebidanan untuk mengurangi tingkat kematian.
Mutu pelayanan kebidanan menunjukan
pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada klien.
(http://Midwiferysite.com , 2010;1)
B.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Mutu Pelayanan
Parasuraman et. al
(dalam Tjiptono,2002:195) mengemukakan faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan
adalah :
1. Enduring Service Intensifiers ( Stabilitas pelayanan yang diberikan)
Tujuan pelayanan kesehatan adalah
tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang memuaskan harapan dan kebutuhan
derajat masyarakat (consumer satisfaction), melalui pelayanan yang efektif oleh
pemberi pelayanan yang memuaskan harapan dan kebutuhan pemberi pelayanan
(provider satisfaction), pada institusi pelayanan yang diselenggarakan secara
efisien (institutional satisfaction). Interaksi ketiga pilar utama pelayanan
kesehatan yang serasi, selaras dan seimbang, merupakan paduan dari kepuasan
tiga pihak, dan ini merupakan pelayanan kesehatan yang memuaskan (satisfactory
healty care).
Faktor ini merupakan faktor yang bersifat
stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan sensitivitas terhadap jasa.
Faktor ini meliputi harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi
pribadi seseorang mengenai jasa.
(http://morningcamp.com, 2010 : 1)
2. Personel need (Kebutuhan pribadi)
Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasarkan
kesejahteraannya juga sangat menentukan harapannya. Kebutuhan tersebut meliputi
kebutuhan fisik, sosial dan psikologis. (http://morningcamp.com, 2010 : 1)
Sedangkan kesehatan
dipandang sebagai sumber daya yang memberikan kemampuan pada individu,
kelompok, dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mengelola bahkan merubah
pola hidup, kebiasaan dan lingkungan. Hal ini sesuai dengan arah pembangunan
kesehatan kita yang meninggalkan paradigma lama menuju paradigma sehat. ( http://blogjoeharno.blogspot.com , 2010 :
1)
3. Transitory service intensifiers (Intensitas Tranfer Pelayanan)
Faktor ini merupakan faktor individual yang
bersifat sementara yang meningkatkan sensitivitas pelanggan terhadap jasa. (Laksono Trisantoro,2005)
4. Perceived Service Alternatives (Persepsi terhadap pelayanan alternatif)
Merupakan persepsi pelanggan terhadap tingkat atau derajad pelayanan perusahaan
lain yang sejenis. Jika konsumen memiliki beberapa alternatif, maka harapannya
terhadap jasa cenderung akan semakin besar.
(Christina, dkk.,
2003:5)
5. Self perceived role (Persepsi diri Pelanggan)
Faktor ini adalah persepsi pelanggan
tentang tingkat atau derajad keterlibatannya mempengaruhi jasa yang
diterimanya.
6. Situational factore (Faktor situasi)
Faktor situasional terdiri atas segala
kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja jasa, yang berada di luar kendali
penyedia jasa.
Faktor situasi ini adalah:
·
Faktor ekologis
(iklim atau kondisi alam).
·
Faktor rancangan
dan arsitektural (penaataan ruang).
·
Faktor temporal,
misal keadaan emosi.
·
Suasana perilaku,
misal cara berpakaian dan cara berbicara.
·
Teknologi.
·
Faktor sosial,
mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu.
·
Lingkungan
psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya.
·
Stimuli yang
mendorong dan memperteguh perilaku.
(Laksono
Trisantoro, 2005 : 12)
7. ExpIisit service promises (Pernyataan Pelayanan)
Faktor ini merupakan pernyataan (secara
personal atau non personal) oleh organisasi tentang jasanya kepada pelanggan.
Janji ini bisa berupa iklan, personal selling, perjanjian atau komunikasi
dengan karyawan organisasi.
(http://Midwiferysite.com , 2010;1)
8. Implicit service promises (Aturan-aturan dalam pelayanan)
Faktor ini menyangkut petunjuk yang
berkaitan dengan jasa, yang memberikan kesimpulan bagi pelanggan tentang jasa
yang bagaimana yang seharusnya dan yang akan diberikan. (http://Midwiferysite.com , 2010;1)
9. Rekomendasi/saran dan orang lain
Merupakan pernyataan (secara personal atau
non personal) yang disampaikan oleh orang lain selain organisasi kepada
pelanggan.
(http://Midwiferysite.com
, 2010;1)
10. Pat experience (Pengalaman terhadap pengalaman)
Pengalaman masa lampau meliputi hal-hal
yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan dan yang pernah diterimanya di
masa lampau
C.
Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Mutu Pelayanan
Mutu pelayanan
kesehatan sebenarnya menunjuk pada penampilan (performance) dari pelayanan
kesehatan yang dikenal dengan keluaran (output) yaitu hasil akhir kegiatan dari
tindakan dokter dan tenaga profesi lainnya terhadap pasien, dalam arti
perubahan derajat kesehatan dan kepuasan baik positif maupun sebaliknya.
Sedangkan baik atau
tidaknya keluaran tersebut sangat dipengaruhi oleh proses (process), masukan
(input) dan lingkungan (environment). Maka jelaslah bahwa baik atau tidaknya
mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut, dan
untuk menjamin baiknya mutu pelayanan kesehatan ketiga unsur harus diupayakan
sedemikian rupa agar sesuai dengan standar dan atau kebutuhan. (Azwar, Azrul, 1996 )
1.
Unsur masukan
Unsur masukan (input)
adalah tenaga, dana dan sarana fisik, perlengkapan serta peralatan. Secara umum
disebutkan bahwa apabila tenaga dan sarana (kuantitas dan kualitas) tidak
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (standard of personnel and
facilities), serta jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan, maka
sulitlah diharapkan baiknya mutu pelayanan (Bruce 1990 dan atau Muninjaya, I
Gede)
2.
Unsur lingkungan
Yang dimaksud dengan
unsur lingkungan adalah kebijakan,organisasi, manajemen. Secara umum disebutkan
apabila kebijakan,organisasi dan manajemen tersebut tidak sesuai dengan standar
dan atau tidak bersifat mendukung, maka sulitlah diharapkan baiknya mutu
pelayanan.
3.
Unsur proses
Yang dimaksud dengan
unsur proses adalah tindakan medis,keperawatan atau non medis. Secara umum
disebutkan apabila tindakan tersebut tidak sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan (standard of conduct), maka sulitlah diharapkan mutu pelayanan
menjadi baik (Pena, 1984).
DAFTAR PUSTAKA
Christina, dkk.,
2003. Komunikasi Kebidanan, EGC: Jakarta.
Muninjaya, I Gede, 2003Manajemen Kesehatan, EGC: Jakarta.
Laksono Trisantoro,2005.Good Governance dan Sistem Menjaga Mutu
Pelayanan Kesehatan, Surabaya.
Azwar, Azrul, 1996, Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi
Ketiga, Binarupa Aksara:Jakarta.
http://morningcamp.com,2010,
judul: Konsep Mutu Pelayanan Kesehatan, Diakses : 20 september 2011.
Endah Purnasari S. SiT, 2010, Faktor yang
mempengaruhi mutu pelayanan kebidanan, Tersedia online, http://Midwiferysite.com,
Diakses : 20 september 2011.
Joeharno, 2008,
factor- factor yang mempengaruhi mutu pelyanan keehatan di RS, Tersedia online,
http://blogjoeharno.blogspot.com,
Diakses : 19 september 2011.
Massofa, 2008,
faktor- faktor yang mempengaruhi prilaku dalam berkomunikasi, Tersedia online, http://mustofa.wordpress.com, Diakses :
20 september 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar